SINTANG, KN – Puluhan warga Dusun Melona, Desa Tanjung Raya, Kecamatan Serawai mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Jumat (21/10/2020) siang.
Kedatangan mereka untuk meminta dukungan dari wakil rakyat, terkait tanah yang merupakan makam leluhur warga setempat yang dinilai warga setempatlah berhak mengelolanya namun digusur oleh pihak perusahaan PT Linggar Jati Al Manshurin (PT LJA).
Kedatangan puluhan warga tersebut pun diterima oleh Komisi D dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD kabupaten Sintang, Florensius Ronny. Audiensi antar warga dan wakil rakyat itu pun berlangsung di ruang rapat paripurna.
Diwawancarai usai audiensi, Florensius ronny mengatakan, bahwa permasalahan yang disampaikan warga yakni tergarapnya sandung oleh pihak perusahaan yang dimaksud (PT LJA).
“Sandung ini merupakan rumah untuk para leluhur. Ini merupakan budaya, dimana para leluhur yang sudah meninggal tulang belulang mereka disimpan di sana,” ujarnya.
Sandung ini kata Ronny dari pengakuan warga yang mengikuti audiensi tadi, bahwa telah lama ada atau sudah tua. Bahkan saksi yang berbicara soal sandung ini juga sudah tua, dirinya berani bersaksi bahwa wilayah yang digarap perusahaan tersebut merupakan Sandung.
“Memang persoalan ini biasa terjadi, ketika ada suatu investasi masuk ke suatu daerah terkadang terbentur dengan adat budaya setempat,” terangnya.
Untuk menangapi hal ini, Ronny mengatakan pihaknya dari DPRD akan melakukan dan mencari solusinya sesuai dengan mekanisme yang ada. Tentu aspirasi dari masyarakat yang datang ini akan diterima dan akan menjadi acuan nantinya.
“Pada Senin (24/10/2022) kita akan mengundang Tim Koordinasi Pembina Pembangunan Perkebunan Kabupaten (TKP3K) dan perusahaan yang dimaksud untuk mengetahui seperti apa versi mereka nantinya,” terangnya.
Saat ini kata Ronny, fokusnya satu permasalahan ini dulu, meski dari pengakuan warga tadi banyak permasalahan yang dihadapi. “Jadi saya sampaikan bahwa kita selesaikan satu persatu dulu. Kita selsaikan sandung dulu. Kita prioritaskan ini dulu karena ini menyangkut budaya leluhur,” pungkasnya. (pul)














