SINTANG, KN – Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah menghadiri sekaligus membuka kegiatan Aksi 3 Rembuk Stunting Kabupaten Sintang Tahun 2023 di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Kamis 13 April 2023.
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah menerima 3 penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kal-Bar, Ir. Pintauli Romangasi Siregar.
Piagam penghargaan yang diterima yakni sebagai berikut;
1. Dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), diberikan kepada TPPS Kabupaten Sintang dalam menurunkan angka prevalensi stunting berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI).
2. Dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, diberikan kepada TPPS Kabupaten Sintang sebagai Kabupaten/Kota terbaik peringkat ke-1 se Provinsi Kalimantan Barat pada penilaian kinerja 8 aksi konvergensi penurunan stunting tahun 2021
3. Dari Gubernur Kalimantan Barat, diberikan kepada TPPS Kabupaten Sintang dalam upaya penurunan stunting secara signifikan.
Yosepha Hasnah menyampaikan sebagai salah satu bentuk komitmen untuk mempercepat penurunan stunting, pemerintah pusat telah menerbitkan peraturan presiden nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.
“Perpres ini merupakan payung hukum bagi strategi nasional (stranas) percepatan penurunan stunting yang telah diluncurkan dan dilaksanakan sejak tahun 2018,” ucapnya.
Perpres ini juga untuk memperkuat kerangka intervensi yang harus dilakukan dan kelembagaan dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting.
“Pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting 14,76 persen di tahun 2024 dan target pembangunan berkelanjutan di tahun 2030 berdasarkan capaian di tahun 2024,” jelasnya.
Berdasarkan lima pilar percepatan penurunan stunting maka disusunlah strategi melalui rencana aksi nasional percepatan penurunan stunting untuk mendorong dan menguatkan konvergensi antar program melalui pendekatan keluarga beresiko stunting.
“Perbaikan status kesehatan dan gizi ibu hamil dan sebelum hamil menjadi program yang strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia hingga tiga generasi kedepan karena kedaruratan dampak stunting mengancam kualitas SDM bangsa indonesia,” tuturnya.
Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang gizi dan kesehatan perlu juga dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan sejak remaja.
“Karena status gizi dan kesehatan remaja putri sebelum memasuki kehamilan menjadi sangat penting dalam melindungi periode 1000 hari pertama kehidupan (periode sejak mulai hamil sampai anak berusia 2 tahun) yang merupakan masa keemasan pertumbuhan otak dan organ tubuh lainnya,” pungkasnya.
Sumber: Rilis Prokopim














