Solidaridad Sintang Dorong Petani Sawit Mandiri Sertifikasi ISPO

oleh

SINTANG, KN – Solidaridad Kabupaten Sintang mendorong Petani Sawit Mandiri untuk mensertifikasi ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil). ISPO sendiri adalah Sistem Usaha Perkebunan Sawit yang layak ekonomi, sosial dan ramah lingkungan berdasarkan ketentuan perundang-undangan.

“Kita mendorong ini, gunanya untuk meningkatkan keberlanjutan industri kelapa sawit sesuai dengan peraturan dan ketentuan pemerintah Indonesia, meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar dunia, dan ikut berpartisipasi dalam mendukung program pengurangan gas rumah kaca,” ucap Programme Coordinator Solidaridad Sintang, Bambang Marius, Rabu 8 Juni 2022.

Selain itu, kata dia Sertifikasi ISPO adalah rangkaian kegiatan penilaian kesesuaian terhadap Usaha Perkebunan Kelapa Sawit yang berkaitan dengan pemberian jaminan tertulis bahwa produk atau tata kelola Perkebunan Kelapa Sawit telah memenuhi prinsip dan kriteria ISPO.

“Dengan sertifikasi ISPO maka para petani sawit mandiri dapat menunjukkan komitmen pemenuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta turut meningkatkan keberterimaan dan daya saing Produk dan turunan Minyak Kelapa Sawit Indonesia di pasar nasional dan internasional, dan meningkatkan upaya percepatan penurunan emisi gas rumah kaca,” ungkapnya.

Melihat Sertifikasi ISPO di Kabupaten Sintang yang tergolong masih rendah, Ia meminta Pemerintah Daerah untuk menertibkan RAM Sawit (tempat jual beli tandan buah segar hasil perkebunan masyarakat atau petani kelapa sawit) yang ada di masyarakat.

“Penertiban ini berguna agar masyarakat kita peduli bahwa sawit miliknya harus memiliki legalitas yang jelas dengan mengurus ISPO ini tadi. Jika masyarakat mengalami kesulitan, kita siap membantu,” pungkasnya. (*)