Tradisi "Robo-Robo" Landak Dipusatkan Di Karangan

oleh
oleh

Kegiatan "Robo-robo" salah satu pagelaran budaya masyarakat pesisir Kalimantan Barat pada setiap Rabu terakhir pada bulan Shafar, untuk Kabupaten Landak akan dilaksanakan di Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu. <p style="text-align: justify;"><br />"Pelaksanaan robo-robo pada 2 Februari akan diisi sejumlah lomba, dan dibuka Bupati Adrianus Asia Sidot, di depan Masjid Nurul Bustanul Jannah Karangan," kata Ketua Panitia Robo-robo Landak, Mardani, di Ngabang, Kamis (27/01/2011). <br /><br />Dia mengatakan sejumlah perlombaan diadakan di antaranya tarian daerah dan lagu-lagu daerah. Perlombaan itu akan dikuti delapan kecamatan dari 13 kecamatan yang ada di Landak. <br /><br />Tujuan digelarnya kegiatan Robo-robo, salah satunya untuk melestarikan Budaya Melayu yang ada di Landak agar tidak punah. <br /><br />"Karena memang Robo-robo juga bukan hanya dirayakan bagi masyarakat Melayu di Landak, tetapi di daerah lain di Kalbar juga digelar, dan dikemas sesuai daerah masing-masing," kata Mardani. <br /><br />Tradisi Robo-robo sebagaimana yang ditulis dalam situs resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalbar, sebagai napak tilas kedatangan Opu Daeng Manambon sebagai pendiri Kota Mempawah, Kabupaten Pontianak. <br /><br />Robo-robo diyakini sarat dengan pesan persatuan dari semua etnis dan agama yang ada di Kalbar. Pesan itu merupakan warisan yang ditinggalkan Opu Daeng Manambon ketika mendirikan Kota Mempawah. <br /><br />Warga di Mempawah, Kabupaten Pontianak, juga Ngabang (Kabupaten Landak) dan Kabupaten Kubu Raya berkumpul pada hari Rabu terakhir bulan Syafar guna memperingati pembangunan Kota Mempawah tersebut. <br /><br />Menurut Pangeran Ratu Keraton Amantubillah Mempawah, Mardan Adijaya, bukti lain dari adanya keharmonisan itu bisa dilihat di kompleks pemakaman Opu Daeng Manambon. <br /><br />Di makam tersebut juga terdapat makam Panglima Hitam orang Dayak, Patih Humantir dan Damarwulan orang Jawa, Lo Tai Pak orang Tionghoa, dan beberapa makam etnis lainnya. <br /><br />Pelaksanaan Robo-robo di Landak, selain digelar di Karangan, juga digelar di Kota Ngabang dengan pembacaan doa tolak balak dan makan bersama di teras-teras rumah dengan mengundang keluarga dan tetangga untuk bersama-sama menikmati makanan yang sudah disediakan. <br /><br />Suguhan makanan berbagai jenis, mulai dari nasi putih, lauk pauk, sayur, buah-buahan dan kue serta air putih. Selain itu, juga ada warga yang menggelar acara makan-makan di atas jembatan. <br /><br />Mardani menambahkan, khusus di Kecamatan Mandor seperti di Desa Simpang Pongok, Kayuara, warga merayakan Robo-robo dengan membawa makanan ke masjid atau mushola dan dimakan bersama setelah membaca doa selamat dan tolak balak. <br /><br />Menurut dia, acara Robo-robo sudah menjadi kalender wisata budaya Kabupaten Landak. <strong>(phs/Ant)</strong></p>