Tragedi Kanjuruhan, Harap FIFA Tak Berikan Sanksi Berat

- Jurnalis

Kamis, 6 Oktober 2022 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Sintang, Santosa

i

Anggota DPRD Sintang, Santosa

SINTANG, KN – Tragedi Kanjuruhan tentu banyak disesalkan berbagai pihak, karena hal ini mencoreng sepak bola Indonesia. Padahal Indonesia sudah diwacanakan menggelar event-event besar sepak bola berskala internasional ke depan.

Seperti Piala Dunia Usia-20 pada tahun 2023 mendatang. Indonesia telah dipilh menjadi tuan rumah. Namun beredar kabar, Indonesia pun akan disanksi berat oleh FIFA atas tragedi Kanjuruhan tersebut, dimana tidak boleh menggelar pertandingan resmi sepak bola dan tidak bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Menanggapi kabar Indonesai akan dibanned oleh FIFA dari Sepak Bola, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Santosa mengatakan, bahwa memang semua keputusan ada di FIFA.

“Kejadian Kanjuruhan kita serahkan semua ke FIFA, karena FIFA memegang otoriteter tertinggi di sepak bola. Tapi tentu kita harapkan kebijakannya memandang jangan hanya satu sudut saja,” ujar Santosa beberapa waktu lalu.

Karena kalau Indonesia dibannet, kata pria penggiat olahraga si kulit bundar ini, maka akan matilah sepak bola Indonesai. Terlebih saat ini kondisi sepak bola Indonesai sudah mulai meningkat drastis di tangan kepelatihan Shin Tae Yong (STY).

“Habislah karier sepak bola anak-anak kita yang kita harapkan menjadi atlet berperstasi kedepannya kalau memang benaran sepak bola kita dibanned. Tidak ada guna event-event kita laksanakan, karena di tingkat yang lebih tinggi kita sudah tidak bisa bermain,” tuturnya.

Dengan begitu kata Santosa, tamatlah sepak bola Indonesai. Maka dari itu, santosa mengajak seluruh pecinta sepak bola tanah air agar berdoa dan berharap bersama-sama sehingga FIFA memberikan kebijakan dan memandang dari berbagai aspek.

“Kita harap FIFA tidak memberikan kita sanksi berat sehinga sepak bola kita sampai dibanned. Tentu ini menjadi tugas PSSI pusatlah yang harus berkoordinasi dengan FIFA, sehingga tidak dibanned dan bisa kembali melaksanakan event-event, liga-liga, bahkan tingkat internasional yang akan dilaksanakan di negara kita seperti Piala Dunia U-20 2023 mendatang,” pungkas Politisi Partai Kebangkitan bangsa (PKB) ini. (pul)

 

Berita Terkait

Yohanes Rumpak Pimpin Lemkari Sintang Hingga 2030
Harga Gas LPG 3 Kg di Perbatasan Tembus Rp 70.000
Anggota DPRD Sintang Senen Maryono Ajak Korpri Terus Tingkatkan Profesionalisme di HUT ke-54
Senen Maryono Apresiasi Suksesnya Pelaksanaan Raimuna Wilayah Kalbar di Sintang
Ketua Komisi C DPRD Sintang Ajak Generasi Muda Mencintai Alam sebagai Rumah Kedua Kita
Ketua DPRD Sintang Tegaskan Prioritas Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur di Tengah Pemotongan Dana Pusat
Ketua DPRD Sintang Tegaskan Pemotongan Dana Transfer Pusat Tak Pengaruhi Gaji Pegawai
Ketua DPRD Sintang Apresiasi Sinergi Eksekutif dan Legislatif dalam Pengesahan APBD 2026

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:16 WIB

Yohanes Rumpak Pimpin Lemkari Sintang Hingga 2030

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:32 WIB

Harga Gas LPG 3 Kg di Perbatasan Tembus Rp 70.000

Senin, 1 Desember 2025 - 19:26 WIB

Anggota DPRD Sintang Senen Maryono Ajak Korpri Terus Tingkatkan Profesionalisme di HUT ke-54

Senin, 1 Desember 2025 - 08:39 WIB

Senen Maryono Apresiasi Suksesnya Pelaksanaan Raimuna Wilayah Kalbar di Sintang

Jumat, 28 November 2025 - 20:24 WIB

Ketua Komisi C DPRD Sintang Ajak Generasi Muda Mencintai Alam sebagai Rumah Kedua Kita

Berita Terbaru