Truk CPO Tumpah Cemari Sungai Melawi

oleh

MELAWI,(kalimantan-news) – Belum tuntas kasus izin pabrik PT. Citra Mahkota yang menjadi target kerja panitia hak angket DPRD Melawi, namun pabrik tersebut sudah mulai beroperasi.

Namun belakangan, akibat beroperasinya pabrik tersebut, mobilitas angkutan buah sawit dari luar seperti dari Kota Baru dan Sayan menuju ke lokasi Pabrik di Ella Hilir tersebut meningkat drastis. Akibatnya, kerusakan jalan semakin menjadi-jadi, hingga masyarakatlah yang menjadi sengsara akibat kerusakan jalan tersebut.

Belum lama ini, sekitar 20 Januari 2018 lalu, muncul persoalan baru yang juga berkaitan dengan keberadaan pabrik PT CM tersebut. Yakni sebuah truk tangki minyak Crude Palm Oil (CPO) tumbang ketika akan menyeberaang dan menumpahkan CPO ke sungai Melawi, sehingga mencemari Sungai Melawi. Hal tersebut tentunya tidak disengaja, melainkan musibah. Namun tidak menutup kemungkinan, hal tersebut sering terjadi dan Melawi terus menerus tercemari.

Agustiyanto menyampaikan, lokasi kejadian truk tangki pengangkut CPO terbalik ini di penyeberangan Desa Popai Desa Ella Hilir. Dimana terbaliknya truk tangki CPO itu bermula saat truk tersebut sudah keluar dari ponton, namun saat truk mau naik dari pantai menuju jalan, truk pun tak mampu naik sehingga merosot ke belakang tanpa rem, dan terbalik. CPO yang ada didalamnyapun bertaburan mencemari sungai.

“Tumpahan CPO itu dengan cepat menyebar terbawa arus Sungai Melawi. Mengakibatkan air diperhuluan tak bisa digunakan sementara ini untuk mandi, terlebih untuk konsumsi air minum. Sehingga warga di hulu sekarang ini banyak yang terkena penyakit gatal-gatal karena air sungai memang dipakai untuk mandi. Tak hanya itu, akibat pencemaran ini juga berdampak langsung kepada sumber air PDAM setempat yang di distribusikan kepada warga disana,” ungkapnya, melalui messenger, Kamis (25/1).

PDAM Ella Hilir menggunakan air sungai sebagai sumber air yang akan dialiri ke IPA yang kemudian didistribusikan ke masyarakat. Namun dengan tercemari air sungai akibat tumpahan CPO tersebut, artinya juga akan tersedot oleh PDAM. Saat ini tumpahan CPO masih menyisakan tumpukan CPO yang tergenang di jamban-jamban warga,” ujar.

Menurut Yanto, sementara ini air di sungai melawi yang ebrada di sekitar lokasi tumpahnya CPO sementara ini tidak bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari. Apalagi, tumpahan CPO ini mengalir hingga ke beberapa desa di bantaran Sungai Melawi. “Jelas masyarakat yang dirugikan, ddan apa perusahaan bertanggungjawab,” ucapnya.

Atas kejadian itu, kata Yanto, warga meminta perusahaan perkebunan PT CM harus membuat pelabuhan penyeberangan bongkar muat yang permanen. Yang ketika truk CPO terbalik tidak akan mencemari sungai. “Jika hal semacam ini sering terjadi, maka memang sangat besar sekali dampak kepada masyarakat. yang jelas masyarakat akan terganggu,” pungkasnya. (Edi)