SINTANG, KN – Wakil Ketua DPRD Sintang, Yohanes Rumpak, menyatakan dukungannya terhadap penerapan aturan pembatasan aktivitas anak di malam hari. Ia menekankan pentingnya langkah ini untuk melindungi anak-anak dari berbagai potensi bahaya yang mengintai di malam hari, khususnya di wilayah Kabupaten Sintang.
Pernyataan ini disampaikan menyusul meningkatnya keprihatinan publik terkait keamanan dan kesejahteraan anak-anak.
“Kita perlu melindungi anak-anak kita dari berbagai ancaman, baik itu ancaman fisik maupun ancaman sosial,” ujar Yohanes Rumpak, Jumat 13 Juni 2025.
“Aktivitas di malam hari, khususnya bagi anak-anak yang masih di bawah umur, seringkali menyimpan risiko yang tinggi, seperti kecelakaan lalu lintas, kejahatan jalanan, dan paparan konten negatif.”
Yohanes Rumpak menambahkan bahwa aturan ini bukan semata-mata untuk membatasi kebebasan anak, melainkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka. Ia menyarankan agar aturan tersebut dibuat dengan bijak, mempertimbangkan aspek-aspek sosial budaya masyarakat Sintang dan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk orang tua, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan.
“Kita perlu pendekatan yang komprehensif,” tegas Yohanes Rumpak. “Aturan ini harus diimbangi dengan program-program edukasi dan sosialisasi yang efektif, agar masyarakat memahami pentingnya aturan ini dan turut serta dalam pengawasan dan perlindungan anak.” Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak mereka, baik di siang maupun di malam hari.
Lebih lanjut, Yohanes Rumpak berharap agar pemerintah daerah Kabupaten Sintang dapat segera merumuskan aturan yang jelas dan terukur, serta memastikan implementasinya berjalan efektif dan berkeadilan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, terbebas dari ancaman dan bahaya. “Masa depan Sintang ada di tangan anak-anak kita,” pungkasnya.
“Oleh karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk melindungi mereka.” Ia berharap agar langkah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya melindungi anak-anak.














