MUARA TEWEH, KN – Pengaduan mereka terkait pemasangan listrik baru. Sebanyak 46 warga sudah melakukan pembayaran ke kontraktor PT Hans Katulistiwa, sejak November 2024. Namun hingga kini listrik belum juga menyala. Kontraktor sulit dihubungi, akhirnya memutuskan, warga masyarakat, mengadu ke DPRD Kabupaten Barito Utara, selasa 1 Juli 2025,(Kalteng)
Camat Lahei Barat, Adi Suwarmana mengatakan, permasalahan yang ada di wilayahnya baru diketahui, saat Sekcam Lahei Barat menceritakan permasalahan.
Kecamatan Lahei Barat dan Desa Karamuan desa paling ujung, berbatas dengan kabupaten Murung Raya, kalau wilayah Jalan aspal Jalan Puruk Cahu sudah mendapatkan Lampu PLN sepanjang Jalan wilayah Desa Karamuan, yang jadi masalah tempat Desa nya sangat perlu perhatian serius adalah proses panjang yang membutuhkan sinergi dari berbagai pihak.
listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga menjadi indikator penting dalam pembangunan suatu desa.
“Tanpa listrik, desa bisa tergolong tertinggal. Maka ini adalah tanggung jawab kita bersama, bagaimana masyarakat bisa merasakan pemerataan pembangunan,
Menurut Waket II DPRD Barito Utara Hj Henny Rosgiaty Rusli, berbagai tantangan seperti hambatan teknis, keterbatasan anggaran, serta persoalan administratif harus dihadapi bersama dengan semangat kolaboratif.
Waket II DPRD Barito Utara mengajak semua unsur pemerintah dan legislatif untuk tidak berhenti mencari solusi konkret dalam mewujudkan pemerataan pembangunan, terutama bagi wilayah-wilayah yang masih minim akses infrastruktur dasar.
Melalui RDP ini, diharapkan ada langkah nyata dari pihak PLN dan pemerintah daerah untuk segera menuntaskan persoalan akses listrik di Desa Karamuan dan sekitarnya, sebagai wujud keadilan dan pemerataan pembangunan di Kabupaten Barito Utara,
Sementara Direktur PT Hans Katulistiwa, Johan Hans menjelaskan dirinya melakukan pemasangan KWH di sebanyak 41 desa termasuk di kebupaten Kutai Barat, (Kaltim) Semua terpasang meski ada keterlambatan.
“Khusus yang di Desa Karamuan ada 36 warga sudah membayar uang muka bervariasi, dari yang bayar Rp1.500.000 sampai lebih. Memang mereka bayar sejak november 2024, namun baru aktif Februari. Saya berjanji tanggal 20 Juli semua bisa terealisasi dan listrik menyala,” janji Johan Hans.
(Ramli)














