Warga Desa Okan Keluhkan Listrik Sering Padam

oleh

MELAWI – Itensitas pemadaman listrik di wilayah Kecamatan Sokan, Kabupaten Melawi belakangan ini cukup tinggi selama sebulan belakangan ini. Baik pagi, siang, sore dan malam. Bahkan bisa seperti minum obat, sehari bisa sampai 5 atau 6 kali. Listrik byar pet layaknya disko. Hal tersebut terjadi tanpa penjelasan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) setempat.

Heriyanto, salah seorang warga Desa Nanga Sokan, menyebutkan seringnya mati listrik selama beberapa bulan terakhir, juga sangat meresahkan warga. Karena, kejadiannya, listrik mati dengan waktu yang cukup lama, lalu hidup, kemudian mati lagi.

Dia mengatakan, byar pet listrik yang sering terjadi hingga enam kali sepanjang hari dan malam ini, sangat membuat jengkel warga. Karena, sangat mengganggu aktivitas warga dan merusak peralatan listrik milik warga.

Heriyanto pun mempertanyakan ada apa sebenarnya dengan krisis pasokan listrik ke wilayah Kecamatan Sokan dari PLN Kota Baru itu. Dikatakan, penyebab krisis listrik ini mestinya ada penjelasan dan pemberitahuan dulu kepada warga dari PLN setempat.

Dia meminta kepada pihak PLN agar bekerja secara profesional dan harus menjelaskan secara jujur kepada masyarakat, apa sebenarnya yang terjadi dengan gangguan listrik itu, sehingga masyarakat mengetahuinya.

“Kami menyatakan kecewa atas pemadaman listrik yang tanpa ada pemberitahuan penyebabnya hingga saat ini. Kejadian ini sangat mengecewakan terlebih warga telah memenuhi kewajiban pembayaran listrik,” kata Heriyanto, Selasa (18/9).

Menurutnya, krisis listrik tersebut kemungkinan disebabkan kekuatan daya yang tidak mencukupi dari Kota Baru, karena hingga saat ini pihak PLN setempat masih terus melakukan pemasangan baru listrik ke rumah-rumah penduduk.

“Pemasangan terus dilakukan, namun daya listrik kemungkinan tak mendukung,” ujarnya.

Dia berharap krisis listrik di wilayah Kecamatan Sokan bisa segera teratasi, sehingga aktivitas warga yang membutuhkan listrik bisa berjalan normal dan tidak merusak barang-barang elektronik.
“Kami harapkan pemadaman tak terjadi lagi, karena sangat merugikan,” harapnya. (Ed/KN)