Wujudkan Satu Desa Satu PAUD Dengan Dana Desa

- Jurnalis

Rabu, 28 Maret 2018 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

i

Ilustrasi

MELAWI- Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pendidikan yangpenting bagi anak usia dini. Namun sangat disayangkan, di Melawi, masih cukup banyak desa-desa yang belum memiliki PAUD ataupun kelompok bermain dan TK.

Ketua TP PKK Kabupaten Melawi, Nurbetty Eka Mulyastri belum lama ini juga berharap supaya tiap desa memiliki PAUD, minimal tiap desa memiliki satu gedung PAUD untuk menampung anak-anak usia dini sebagai persiapan menjelang memasuki sekolah dasar.

Dia juga menyampaikan pada tahun 2018 juga ada beberapa program yang akan dilaksanakan oleh PKK, diantaranya bagaimana mewujudkan  setiap desa itu harus ada PAUD, jadi TP PKK desa supaya segera membentuk PAUD di desa masing-masing.  “Untuk masalah pembiayaan guru, biasanya bisa melalui dana desa, karena ada pemberdayaan masyarakat di situ. Jadi kita sarankan menggunakan dana desa,” ungkapnya.

Membangun PAUD menggunakan dana desa bukanlah suatu yang melanggar, selama benar-benar dilaksanakan dan dikembangkan dengan baik. Mengingat, masyarakat khususnya anak-anak di pedesaan sangat membutuhkan PAUD tersebut.

Sudah adabeberapa desa yang menggunakan DD untuk membangun PAUD. Seperti yang dilakukan Kepala Desa (Kades) Melana, Irwansyah. Ia mengatakan bahwa dirinya membangun gedung PAUD menggunakan DD. Dimana PAUD  yang sudah dibuka sejak 2017 tersebut, sebelumnya belum memiliki gedung, melainkan masih menumpang di gedung balai pertemuan.

“Jadi melihat PAUD ini merupakan bagian yang penting di masyarakat, khususnya dalam pendidikan anak usia dini, maka pada taahun 2017 juga kami bangun menggunakan dana desa (DD). Saat ini proses belajar mengajar sudah menggunakan gedung yang baru itu,” kata Irwansyah, kemarin.

Lebih lanjut, Irwansyah mengatakan, saat ini jumlah siswa di PAUD atau Kelompok Bermain Permata Bunda di  Desa Melana tersebut sebanyak 24 orang. Proses belajar mengajar siswa tersebut sudah berakhir.

Pada bulan Juli 2018 akan dilakukan menerima siswa baru lagi.  Sedangkan tenaga pengajarnya berjumlah dua orang yang direkrut dari warga setempat yang rata-rata tamatan SMA. Karena PAUD ini merupakan PAUD mandiri, maka mengenai biaya atau gaji tenaga pengajarnya  menggunakan keuangan Pemerintah Desa dari dana desa. “Hanya saja izin operasional dari Dinas Pendidikan baru akan diajukan pada tahun 2018 ini,” pungkasnya. (edi/KN)

Berita Terkait

Dorong Produksi Jagung, Wabup Sintang Minta Semua Desa Tanam Jagung dan Bangun Peternakan
Yohanes Rumpak Pimpin Lemkari Sintang Hingga 2030
Kapolres Melawi : Upacara HKN Bukan Formalitas, Tapi Pangkal Disiplin dan Integritas
Balai Karangan Kabupaten Sanggau Terendam Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh
Karyawan PT Sawit Sumber Rejo Keluhkan Gaji di Bawah UMK 2025, Minta Pemda Barito Utara Turun Tangan
Harga Gas LPG 3 Kg di Perbatasan Tembus Rp 70.000
Anggota DPRD Sintang Senen Maryono Ajak Korpri Terus Tingkatkan Profesionalisme di HUT ke-54
Senen Maryono Apresiasi Suksesnya Pelaksanaan Raimuna Wilayah Kalbar di Sintang

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:36 WIB

Dorong Produksi Jagung, Wabup Sintang Minta Semua Desa Tanam Jagung dan Bangun Peternakan

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:16 WIB

Yohanes Rumpak Pimpin Lemkari Sintang Hingga 2030

Senin, 19 Januari 2026 - 21:05 WIB

Kapolres Melawi : Upacara HKN Bukan Formalitas, Tapi Pangkal Disiplin dan Integritas

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:54 WIB

Balai Karangan Kabupaten Sanggau Terendam Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh

Sabtu, 20 Desember 2025 - 11:58 WIB

Karyawan PT Sawit Sumber Rejo Keluhkan Gaji di Bawah UMK 2025, Minta Pemda Barito Utara Turun Tangan

Berita Terbaru