KUTAI KARTANEGARA, KN – Akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak masih menjadi tantangan utama bagi banyak masyarakat di pelosok Indonesia. Menjawab kebutuhan tersebut, YBM BRIlian RO Banjarmasin bersama Human Initiative Kalimantan meluncurkan Program WASH (Water, Sanitation and Hygiene) di Desa Jonggon, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Program ini menghadirkan fasilitas air bersih berupa sumur bor dan reservoir air, yang menjadi sumber harapan baru bagi masyarakat Desa Jonggon. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup warga melalui akses air bersih dan sanitasi aman, sebagai fondasi utama untuk hidup sehat dan bermartabat.
Peluncuran program berlangsung di halaman Masjid Nurul Iman, dan diresmikan oleh Rahman, MRR BRI BO Tenggarong. Acara ini turut dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain Sekretaris Desa Jonggon, Kepala Dusun Jonggon, Kepala Puskesmas, serta tokoh masyarakat setempat. Simbolisasi peluncuran dilakukan melalui serah terima fasilitas kepada pengurus WASH, penandatanganan prasasti, serta komitmen bersama dari semua elemen—mulai dari donatur, perangkat desa, tenaga kesehatan, hingga warga—untuk menjaga keberlanjutan fasilitas tersebut.
Rangkaian kegiatan juga mencakup sesi edukasi promosi kesehatan (promkes) oleh pihak puskesmas, serta kunjungan langsung ke lokasi sumur bor dan reservoir, yang kini menjadi titik penting dalam pemenuhan kebutuhan air warga Jonggon.
Dalam sambutannya, perwakilan YBM BRIlian dan BRI menyampaikan harapan agar fasilitas yang telah dihadirkan dapat dimanfaatkan dan dijaga bersama sebagai aset komunal. Sementara itu, Pemerintah Desa Jonggon mengapresiasi program ini karena berhasil menjawab kebutuhan vital warga terhadap air bersih, serta mendukung percepatan program desa bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) yang menjadi komitmen pemerintah saat ini.
Program WASH di Desa Jonggon menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi antara korporasi, lembaga zakat, NGO, pemerintah lokal, dan masyarakat dapat melahirkan solusi konkret untuk permasalahan mendasar masyarakat.
“Di tengah tantangan perubahan iklim dan ketimpangan infrastruktur, air bersih bukan hanya kebutuhan—tetapi juga hak yang harus diperjuangkan bersama. Terima kasih atas setiap upaya bersama dalam menggerakkan kebaikan. Dari setiap harapan masyarakat, hadir setiap tetes air bersih yang mengalir,” ujar Yeni Kartika, Head of Human Initiative Kalimantan.















