SINTANG, KN – Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah mengungkapkan bahwa pencegahan stunting lebih efektif dimulai dari keluarga.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan Aksi 3 Rembuk Stunting Kabupaten Sintang Tahun 2023 di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Kamis 13 April 2023.
“Pencegahan ini bisa efektif, secara khusus untuk keluarga-keluarga yang beresiko stunting yaitu keluarga yang mempunyai satu atau lebih faktor resiko stunting yang terdiri dari keluarga yang memiliki anak remaja/calon pengantin, ibu hamil, anak usia 0-23 bulan, anak usia 24 bulan-59 bulan berasal dari keluarga miskin, pendidikan orangtua rendah, sanitasi lingkungan buruk dan air minum tidak layak,” kata Sekda Sintang.
Ia mengatakan penanganan stunting di kabupaten sintang diawali di tahun 2018 melalui pelaksanaan aksi konvergensi untuk analisis data.
“Dari hasil pemantauan status gizi kabupaten sintang pada tahun 2019 untuk stunting di angka 326 ih, mengalami penurunan ditahun 2020 menjadi 30,8 yo, dan ditahun 2021 berdasarkan hasil survei status gizi indonesia (SSGI) angka prevalensi di kab. sintang sebesar 38,296, tertinggi kedua di prov. kalbar, pada tahun 2022 berdasarkan ssgi mengalami penurunan sebesar 19,5 persen menjadi 18,7 persen, terendah se kalbar,” jelas Sekda Sintang.
Ia menilai dari hasil pemantauan status gizi ini menunjukkan bahwa kabupaten sintang masih menghadapi beberapa masalah gizi khususnya stunting.
“Walaupun sudah mengalami penurunan yang signifikan, namun masih memerlukan perhatian pemerintah daerah untuk menurunkan angka stunting sampai 14 persen di tahun 2024,” pungkasnya.
Sumber: Rilis Prokopim














