Kabupaten Sekadau melalui Kantor KB dan Pemberdayaan Perempuan mengirim 19 warga yang kurang mampu dari Kecamatan Nanga Taman dan Kecamatan Sekadau Hulu untuk mengikuti pemasang alat kontrasepsi secara gratis. Maksud dan tujuan dipasangnya alat kontrasepsi ini adalah bagi rumah tangga kurang mampu. <p style="text-align: justify;">“Keluarga Kurang Mampu (KKM) dikategorikan yang memiliki anak dari 8 sampai 9 orang,” kata Kepala Kantor Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau, Joko pada kalimantan-news baru-baru ini.<br /><br />upaya pemerintah untuk membantu warga yang kurang mampu, bahkan urusan keluarga berencana juga jadi target pemerintah, untuk mengurangi angka kelahiran bagi ibu-ibu yang berekonomi lemah.<br /><br />Menurut Joko, program yang pasang alat kontrasepsi gratis oleh pemerintah provinsi ini dimaksud, untuk menghentikan selamanya proses kehamilan bagi KKM.<br /><br />“Sebanyak 19 orang warga ini, tiga di antaranya adalah warga kecamatan Sekadau Hulu. Sedangkan dari kecamatan Nanga Taman sebanyak 16 orang,”tukasnya.<br /><br />Untuk kecamatan lain akan dikirim secara bertahap sementara masih dalam pendataan dari bidan atau kepala pusat kesehatan desa (puskesdes), setelah didata barulah akan dikirim sesuai program dari Pemprov Kalbar.<br /><br />Sebelum berangkat warga kurang tersebut sebelum dicek kesehatan di puskesmas terdekat. Jika desa yang belum ada puskesdes, maka kesehatan mereka dicek oleh bidan yang ada.<br /> <br />“Setelah dinyatakan sehat, barulah dikirim untuk dilakukan pemasangan alat kontrasepsi secara gratis di Pemprov Kalbar,” sambungnya.<br /><br />Mengenai biaya keberangkatan 19 orang ini, lanjut Joko, semuanya ditanggung pemerintah daerah, baik itu transportasi maupun makan minum selama perjalanan dan berada di Pontianak. <br /><br />“Upaya ini merupakan langkah untuk mengatur angka kelahiran di Kabupaten Sekadau. Supaya ke depan anak-anak Sekadau dapat mengenyam pendidikan bila program ini dapat berjalan dengan baik,” harap Joko. Sembari mengatakan bahwasanaya dengan adanya pengaturan angka kelahiran tersebut sangat akan bermanfaaat, terutama bagi KKM. <br /><br />“Kalau angka kelahiran bagi KKM bisa dihentikan dengan cara ini, anak-anak akan terjamin, baik kesehatan maupun pendidikan,”pungkasnya. <strong>(phs)</strong></p>














