Masalah Banjir, Pemda Diminta Lakukan Penelitian untuk Mengetahui Penyebabnya

- Jurnalis

Rabu, 16 November 2022 - 20:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Florensius Ronny, Ketua DPRD Sintang

i

Florensius Ronny, Ketua DPRD Sintang

SINTANG, KN – Bencana banjir di Kabupaten Sintang seakan sudah menjadi agenda tahunan yang selalu datang. Hal ini pula dirasa perlu adanya penelitian yang dilakukan untuk mengetahui penyebab dari bencana alam tersebut.

Seperti yang dikatakan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Florensius Ronny. Ia meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Sintang untuk membuat penelitian agar mengetahui penyebab banjir sehingga menemukan solusinya.

“Kita mendorong agar ada penelitian terhadap penyebab banjir yang terjadi di Kabupaten Sintang ini. Hasil penelitian inilah nanti akan menjadi panduan untuk kita menangani banjir akan datang,” ujar Ronny beberapa waktu lalu.

Tentu kata Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini, semua itu dilakukan untuk program jangka panjang, sehingga bencana banjir ini dapat diantisipasi kedepannya.

“Ini memang harus kita pikirkan bagaimana solusinya, untuk menghadapi cuara hujan tinggi pada tahun-tahun yang akan  datang, sehinga tidak terjadi banjir lagi. Saya rasa itu menang harus dilakukan,” tuturnya.

Disinggung apa penyebab utama banjir yang melanda kabupaten Berjuluk Bumi Senentang ini, Ronny tidak bisa memastikan, apakah diakibatkan dari kerusakan hutan atau pun kerusakan DAS Kapuas. Sebab, menurutnya pada tahun 1963 silam, juga pernah terjadi banjir serupa yang bahkan disebut terbesar di Sintang.

“Jadi Saya juga tidak bisa memastikan banjir ini diakibatkan keruskaan hutan, karena memang tahun 1963 pun pernah banjir lebih besar dari hari ini. Kita juga tidak bisa memastikan ada pendangkalan dasar sungai Kapuas, diakibatkan oleh aktivitas PETI,” tutur politisi muda ini.

Oleh karenanya, Ronny kembali menekanan agar dapat dibuat penelitian yang komprehensif untuk ketemu hasilnya, sehinggadapat  mengetahui penyebab dan mencari solusi jangka panjangnya.

“Contoh kalau hasil penelitianya nanti disebabkan rusaknya hutan, maka kita perlu anggaran untuk rebabilitasi. Kalau misalnya pendangkalan, maka bisa kita pikirkan cari anggaran untuk normalisasi sungai,” pungkasnya. (pul)

Berita Terkait

Yohanes Rumpak Pimpin Lemkari Sintang Hingga 2030
Harga Gas LPG 3 Kg di Perbatasan Tembus Rp 70.000
Anggota DPRD Sintang Senen Maryono Ajak Korpri Terus Tingkatkan Profesionalisme di HUT ke-54
Senen Maryono Apresiasi Suksesnya Pelaksanaan Raimuna Wilayah Kalbar di Sintang
Ketua Komisi C DPRD Sintang Ajak Generasi Muda Mencintai Alam sebagai Rumah Kedua Kita
Ketua DPRD Sintang Tegaskan Prioritas Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur di Tengah Pemotongan Dana Pusat
Ketua DPRD Sintang Tegaskan Pemotongan Dana Transfer Pusat Tak Pengaruhi Gaji Pegawai
Ketua DPRD Sintang Apresiasi Sinergi Eksekutif dan Legislatif dalam Pengesahan APBD 2026

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:16 WIB

Yohanes Rumpak Pimpin Lemkari Sintang Hingga 2030

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:32 WIB

Harga Gas LPG 3 Kg di Perbatasan Tembus Rp 70.000

Senin, 1 Desember 2025 - 19:26 WIB

Anggota DPRD Sintang Senen Maryono Ajak Korpri Terus Tingkatkan Profesionalisme di HUT ke-54

Senin, 1 Desember 2025 - 08:39 WIB

Senen Maryono Apresiasi Suksesnya Pelaksanaan Raimuna Wilayah Kalbar di Sintang

Jumat, 28 November 2025 - 20:24 WIB

Ketua Komisi C DPRD Sintang Ajak Generasi Muda Mencintai Alam sebagai Rumah Kedua Kita

Berita Terbaru