Pupuk Organik Bisa Jadi Solusi Ketika Pupuk Subsidi Sulit Didapatkan

- Jurnalis

Sabtu, 19 November 2022 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi B DPRD Sintang, Hikman Sudirman

i

Ketua Komisi B DPRD Sintang, Hikman Sudirman

SINTANG, KN – Petani didorong agar dapat lebih banyak menggunakan pupuk organik,  guna mengantisipasi harga pupuk yang kian melambung tinggi. Terlebih pupuk subsidi pun dinilai susah didapatkan.

“Para petani perlu memulai untuk mengembangkan pemberdayaan penggunaan segala jenis pupuk organik, sehingga tercipta kemandirian pupuk dikalangan petani kita,” ujar Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sintang, Hikman Sudirman.

Bukan tanpa alasan untk memulai pemakaian pupuk organik, mengingat kelangkaan pupuk subsidi ini sudah merupakan persoalan klasik, mulai dari sistem perencanaan dan pengawasan yang tidak optimal sampai minimnya realisasi alokasi kebutuhan subsidi pupuk ke petani.

“Saya kerap menemukan keluhan dari  masyarakat, khususnya yang bertani sawit mengeluhkan susahnya untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, dan jika membeli pupuk nonsubsidi harganya sangat tinggi di pasaran. Makanya pupuk organik bisa jadi solusi untuk mengantispasi itu,” tuturnya.

Dikatakannyam masyarakat yang memiliki perkebunan sawit tentu sangat terbebani ketika pupuk bersubsidi sangat susah untuk didapatkan sedangkan pupuk nonsubsidi relatif harganya mahal. Disaat harga Tandan Buah Segar (TBS) naik, harga pupuk juga ikut naik sedangkan ketika harga anjlok, harga pupuk tidak turun, itu sangat menyulitkan bagi petani kita.

“Pupuk organik ini juga ramah lingkungan, cukup dengan memanfaatkan kotoran hewan seperti sapi, kambing dan ayam yang diolah secara fermentasi. Dampak terhadap kesuburan tanah juga jangka waktunya cukup panjang,” terang Legislator Partai Demokrat ini.

Pria yang karib disapa Sudir ini juga berharap, peran serta dari pemerintah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk membantu dan mendorong masyarakat penggunaan pupuk organik.

“Hal ini juga menjadi perangsang masyarakat untuk meningkatkan penggunaan pupuk organik yang selanjutnya disebarkan kepada petani yang memerlukannya. Makanya pemerintah harus mendorong para petani menggunakan pupuk organik sehingga dapat meningkatkan produksi  pertanian.,” pungkasnya. (pul)

Berita Terkait

Yohanes Rumpak Pimpin Lemkari Sintang Hingga 2030
Harga Gas LPG 3 Kg di Perbatasan Tembus Rp 70.000
Anggota DPRD Sintang Senen Maryono Ajak Korpri Terus Tingkatkan Profesionalisme di HUT ke-54
Senen Maryono Apresiasi Suksesnya Pelaksanaan Raimuna Wilayah Kalbar di Sintang
Ketua Komisi C DPRD Sintang Ajak Generasi Muda Mencintai Alam sebagai Rumah Kedua Kita
Ketua DPRD Sintang Tegaskan Prioritas Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur di Tengah Pemotongan Dana Pusat
Ketua DPRD Sintang Tegaskan Pemotongan Dana Transfer Pusat Tak Pengaruhi Gaji Pegawai
Ketua DPRD Sintang Apresiasi Sinergi Eksekutif dan Legislatif dalam Pengesahan APBD 2026

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:16 WIB

Yohanes Rumpak Pimpin Lemkari Sintang Hingga 2030

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:32 WIB

Harga Gas LPG 3 Kg di Perbatasan Tembus Rp 70.000

Senin, 1 Desember 2025 - 19:26 WIB

Anggota DPRD Sintang Senen Maryono Ajak Korpri Terus Tingkatkan Profesionalisme di HUT ke-54

Senin, 1 Desember 2025 - 08:39 WIB

Senen Maryono Apresiasi Suksesnya Pelaksanaan Raimuna Wilayah Kalbar di Sintang

Jumat, 28 November 2025 - 20:24 WIB

Ketua Komisi C DPRD Sintang Ajak Generasi Muda Mencintai Alam sebagai Rumah Kedua Kita

Berita Terbaru