SINTANG, KN – Perkiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa Kabupaten Sintang masih akan berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang dan lebat. Bahkan disertai kilat/petir dan angin kencang.
Wilayah yang berpotensi dilanda yakni di Kecamatan Kayan Hilir dan Kayan Hulu, namun dapat meluas hingga ke Kecamatan Sintang Kota, Tempunak, Sepauk, Ketungau Hilir, Ketungau Tengah dan Ketungau Hulu, serta Dedai, Kelam Permai, Sungai Tebelian dan Binjai Hulu.
Menanggapi hal itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Rudy Andryas meminta kepada masyarakat kabupaten berjuluk Bumi Senentang ini, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca yang belakangan ini sedang tidak baik-baik saja.
“Kita harapkan masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan. Karena kita juga tidak tahu kapan cuaca buruk akan datang, mesti sudah ada perkiraan dari BMKG. Namun perkiraan cuaca inilah yang bisa kita jadikan acuan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan,” ujar Rudy Andryas saat diwawancarai melalui via seluler, Jumat (25/11/2022).
Terlebih, kata Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini, beberapa wilayah di Kabupaten Sintang masih dilanda bencana banjir akibat hujan yang terus-terusan melanda. Oleh karena itu, fokus terhadap kewaspadaan harus tetap ditingkatkan untuk hal-hal tak terduga yang bisa saja akan terjadi akibat cuaca yang sedang tak menentu ini.
“Tentu kita harapkan Pemerintah Daerah (Pemda) Sintang juga sigap untuk mengantisipasi potensi bencana-bencana alam yang terjadi akibat dari cuaca yang ekstrim ini,” tutur Rudy Andryas.
Meski demikian, Rudy berharap cuaca ekstrim yang sedang melanda Sintang ini cepat berlalu, sehingga bencana banjir yang masih terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Sintang cepat surut, sehingga masyarakat dapat beraktifitas seperti sedia kala.
“Kita harapkan cuaca ekstrim ini tak berpotensi menjadi bencana alam yang dapat merugikan masyarakat. Intinya kita semua harus mendoakan agar Kabupaten Sintang baik-baik saja tanpa ada lagi bencana alam yang melanda,” pungkasnya. (pul)














