SINTANG, KN – Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Sandan berharap penerimaaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) untuk formasi guru, dapat menutupi kekurangan tenaga pendidik yang selama ini dialami kabupaten berjuluk Bumi Senentang ini.
“Jadi kita harapkan dapat tertutuplah kekurangan guru dengan adanya penerimaan P3K ini. Karena kuota P3K untuk Kabupaten Sintang sebanyak 723 dengan formasi guru yang mendominasi sebanyak 600,” ujar Sandan saat ditemui kantor DPRD setempat, kemarin.
Memang jumah segitu, kata Sandan belumlah mampu menutupi secara keseluruhan kekurangan guru di Kabupaten Sintang, tapi setidaknya dapat menutupi sebagaian kekurangan guru yang selama ini terjadi.
“Kita harapkan tahun berikutnya ada pembukaan lagi. Sehingga kekurangan guru yang selama ini dialami Kabupaten Sintang benar-benar dapat teratasi,” harap Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini.
Selain itu, Sandan juga berharap, ada kebijakan yang diberikan oleh pemerintah pusat terkait penentuan kelulusan calon P3K ini. Seperti guru yang sudah lama mengabdi dan lain sebagainya.
“Harapan kita dengan adanya penilaian-penilain sepereti itu, mereka yang sudah lama mengabdi hingga belasan tahun dapat terakomodir sehingga diangkat menjadi guru P3K untuk menutupi kekurangan tenaga pendidik ini,” tutur Sandan.
Apa yang disampaikannya tersebut kata Sandan bukan tanpa alasan, sebab sejauh ini dinilainya masih banyak guru-guru honorer yang sudah lama mengabdi tapi belum diangkat menjadi PNS. Terutama yang honor dana BOS hingga mencapai dua ribu lebih.
“Harapan kita tentu mereka diangkat. Karena kita prihatin juga sama mereka, gaji Cuma 500 hingga 600 ribuan perbulan, sedangkan mereka sudah mengabdi belasan tahun lamanya. Makanya kita mau ada kebijakan dari pemerintah pusat terkait rekrutmen P3K ini,” pungkasn Sandan. (pul)














