SINTANG, KN – Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sintang, Hendrika mengungkapkan bahwa sektor pariwisata bukan program prioritas Pemerintah Daerah.
Ia mengatakan, hal inilah yang menyebabkan sektor pariwisata di Bumi Senentang belum mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
“Selama ini, sektor pariwisata belum mampu dongkrak PAD itu, salah satunya belum prioritas pemda, karena keuangan belum difokuskan kesitu,” kata Hendrika belum lama ini.
Menurutnya, selama tahun 2022, target PAD dari sektor pariwisata tidak tercapai semua, karena pemerintah daerah belum memfokuskan sektor pariwisata skala prioritas.
“Karena dana kita yang kurang, jadi kami tidak bisa membenahi pariwisata yang ada karena tidak tertunjang oleh dana, jadi itu permasalahannya,” tuturnya.
Ia juga menyebut, sektor pariwisata kurang mendongkrak PAD khususnya yang punya Pemerintah Daerah dikarenakan tidak punya banyak destinasi wisata yang dikelola.
“Tapi yang paling banyak destinasi wisata itu adalah yang dikelola oleh swasta, nah oleh sebab itulah nanti destinasi yang dikelola oleh swasta ini harus melaksanakan fungsinya dengan benar, misalnya, mereka berkewajiban bayar pajak, ya bayar lah pajak itu, mungkin untuk sementara ini belum seperti itu,” jelas Hendrika.
Kemudian Ia juga mengatakan bahwa sektor pariwisata yang dikelola oleh pemerintah daerah hanya galeri motor bandung sama kolam renang. Untuk kolam renang belum dioperasionalkan, karena juga terkendala dana dan biaya yang belum memadai.
“Kita mau berinovasi pun sulit, mungkin ditahun 2023 ini galeri motor bandung masih seperti biasa lah ya, karena kami juga belum menyiapkan sesuatu yang baru, karena memang dana yang ada hanya cukup untuk kebersihan, untuk operasional mereka yang kerja dan dananya sangat sedikit sekali,” pungkasnya.











