Warga Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, mengeluhkan nelayan asal Malaysia yang kerap masuk perairan Indonesia di wilayah itu untuk mencuri ikan. <p style="text-align: justify;"><br />"Terutama sore hingga malam hari, aktivitas tersebut dilakukan mereka," kata Farhat (46) warga Desa Temajuk saat ditemui di Temajuk, Sambas, Kamis (03/03/2011). <br /><br />Menurut dia, nelayan Malaysia umumnya menggunakan "pukat harimau" yang dapat menjaring ikan hingga ukuran yang kecil. <br /><br />Ia menambahkan, terkadang nelayan Malaysia masuk hingga kawasan Tanjung Bendera, yang jaraknya sekitar tujuh kilometer dari Desa Temajuk. Posisinya lebih dekat dengan Liku, Ibu Kota Kecamatan Paloh. <br /><br />Desa Temajuk sendiri berbatasan langsung dengan Melanau, Sarawak, Malaysia. <br /><br />"Sampai enam mil laut mereka terkadang masuk ke wilayah kita," kata Farhat yang akrab dipanggil Hatta. <br /><br />Kapal nelayan Malaysia sudah dilengkapi teknologi tinggi dengan ukuran mesin yang besar. <br /><br />"Kapalnya juga terbuat dari besi," kata dia. <br /><br />Sedangkan untuk mengejar kapal-kapal Malaysia itu setidaknya menggunakan mesin berkapasitas 200 tenaga kuda. <br /><br />Karta (49), warga Temajuk menambahkan, kapal-kapal Malaysia itu biasa masuk malam hari. <br /><br />"Kalau kita yang jual ikan langsung ke Sematan, di Sarawak, tidak dibolehkan, karena harus melalui warga Sarawak di Melanau," kata Karta. <br /><br />Hatta mengatakan, untuk mengantisipasi maka rencana pembangunan pelabuhan transit di Desa Temajuk harus dipercepat. <br /><br />"Supaya banyak kapal-kapal nelayan di Temajuk, jadi mereka tidak berani masuk ke wilayah kita," kata Hatta. <br /><br />Ia mengungkapkan, beberapa waktu lalu sudah ada survei untuk lokasi pelabuhan transit tersebut. <br /><br />Jarak dari Desa Temajuk ke Liku, ibu kota Kecamatan Paloh, sekitar 50 kilometer. Desa Temajuk dihuni 1.432 jiwa. <br /><br />Fasilitas di Desa Temajuk cukup lengkap seperti Puskesmas pembantu (Pustu), sekolah dari tingkat SD – SMA. <strong>(phs/Ant)</strong></p>











