MELAWI-KN. Dinas Sosial Kabupaten Melawi mulai mengambil langkah agresif dan terukur untuk membenahi persoalan klasik bantuan sosial yang kerap menuai keluhan publik, data tidak valid dan salah sasaran. Melalui skema jemput bola validasi data hingga ke desa, Dinsos Melawi menegaskan komitmennya memastikan seluruh program perlindungan sosial tepat sasaran dan berbasis data faktual.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Melawi, Drs. Oslan Junaidi, menegaskan bahwa data merupakan jantung dari seluruh kebijakan sosial. Tanpa data yang akurat dan mutakhir, berbagai program seperti Program Keluarga Harapan (PKH), BPJS Kesehatan, hingga bantuan sosial lainnya akan terus berulang menghadapi masalah yang sama.
“Sudah menjadi rahasia umum, bantuan sosial sering kali salah sasaran. Akar masalahnya adalah data yang tidak valid. Karena itu, kami memilih turun langsung ke desa, menjemput persoalan dari bawah,” tegas Oslan, saat menghadiri Musyawarah Desa tentang Penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa Kelakik, Jum’at (30/1/2026).
Menurutnya, Dinsos tidak mungkin bekerja sendiri menyelesaikan persoalan kompleks tersebut. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari operator sosial desa, kepala desa, BPJS Kesehatan, hingga Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai rujukan data kependudukan.
“Kita harus membangun konektivitas data. Tidak mungkin Dinas Sosial menyelesaikan semua kendala sendirian. Ini soal kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pihak,” lanjutnya.
Oslan mencontohkan kasus warga yang BPJS Kesehatannya tidak aktif, padahal yang bersangkutan sangat membutuhkan layanan kesehatan secara mendesak. Situasi seperti ini, kata dia, tidak bisa ditangani secara parsial, melainkan harus dicari solusinya bersama instansi terkait agar hak dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Lebih jauh, Ia menekankan bahwa setiap persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat harus direspons cepat, ditangani sesuai tugas dan fungsi Dinas Sosial, serta segera ditindaklanjuti melalui kerja sama lintas sektor.
Langkah Dinsos Melawi ini mendapat sambutan positif dari Kepala Desa Kelakik, Maman. Ia menyebut pendekatan jemput bola ini sebagai terobosan baru yang selama ini dinantikan.
“Silaturahmi sekaligus pembahasan data dan informasi seperti ini baru pertama kali kami alami. Ini yang kami mau dan kami tunggu. Ini sebuah inovasi,” ujar Maman.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Sosial Melawi hadir bersama pendamping PKH dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) sebagai garda terdepan dalam pendampingan dan verifikasi data sosial masyarakat.
Dengan langkah ini, Dinsos Melawi berharap persoalan bansos salah sasaran dapat ditekan secara signifikan, sekaligus membangun sistem data sosial yang akurat, terintegrasi, dan berkelanjutan demi keadilan sosial bagi masyarakat Melawi. (Ira)














