Kopi Liberika Katab Kebahan Melawi, Warisan Adat yang Disiapkan Menembus Pasar Dunia

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Melawi, M. Syaiful Khair, saat mendampingi BPKP saat berkunjung ke kebun kopi liberika MHA Katab Kebahan. (Ist)

i

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Melawi, M. Syaiful Khair, saat mendampingi BPKP saat berkunjung ke kebun kopi liberika MHA Katab Kebahan. (Ist)

MELAWI-KN. Di tengah gempuran kopi komersial berbasis monokultur, Masyarakat Hukum Adat (MHA) Katab Kebahan justru melangkah berbeda. Berangkat dari kearifan lokal dan kepedulian terhadap kelestarian alam, mereka membudidayakan kopi Liberika khas Katab Kebahan, varietas langka yang kini disiapkan menjadi komoditas unggulan berkelanjutan Kabupaten Melawi.

Ketua Ikatan Warga Katab Kebahan, M. Yusli, menjelaskan bahwa kopi yang dikembangkan masyarakat adat ini merupakan kopi Liberika yang secara alami tumbuh dan ditemukan di lanskap wilayah adat Katab Kebahan. Dari situlah lahir penamaan Liberika Katab Kebahan Melawi, sebagai identitas geografis sekaligus budaya.

“Ini kopi Liberika yang tumbuh alami di wilayah kami. Bahkan telah diuji DNA di Paris dan teridentifikasi sebagai jenis Liberika Dawfren Excelsa,” ungkap Yusli.

Hingga saat ini, komunitas Katab Kebahan telah membuka dan mengelola perkebunan kopi seluas 51 hektare, yang tersebar di beberapa titik wilayah adat. Pengelolaan dilakukan secara kolektif melalui lima Kelompok Tani Hutan (KTH) yang berada di lima desa, dengan peluang terbuka bagi petani lain untuk bergabung.

“Kami mengajak petani lain untuk bersama-sama membudidayakan kopi ini. Pola yang kami terapkan adalah agroforestri, sangat selaras dengan budaya dan cara hidup masyarakat Katab Kebahan,” jelasnya.

Kopi Liberika Katab Kebahan tumbuh optimal di ketinggian sekitar 400 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan membutuhkan naungan. Karena itu, penanaman dilakukan di bawah tegakan pohon buah lokal seperti durian, lengkeng, kemantan, mawang, dan datar, yang telah lama menjadi bagian dari lanskap adat.

Kunjungan pihak BPKP saat didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Melawi, M. Syaiful Khair, saat berkunjung ke wilayah pasak kebebu. (Ist)

Pasak kebebu yang juga menjadi tempat pengembangan kopi ini, telah ditetapkan oleh Bupati Melawi melalui dua Surat Keputusan (SK), yakni sebagai wilayah Masyarakat Hukum Adat Katab Kebahan dan sebagai areal kawasan penting. Penanaman kopi di kawasan tersebut menjadi strategi ekologis untuk memperkuat keberlanjutan wilayah adat, terutama di sepanjang sempadan sungai.

Inisiatif ini mendapat dukungan dari berbagai lembaga, antara lain WWF Indonesia, Suar Institute, FPBM, dan Kojal, yang mendorong praktik pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Saat ini, MHA Katab Kebahan juga tengah mengajukan pengakuan sebagai Masyarakat Peduli Indikasi Geografis (MPIG) kepada Pemerintah Republik Indonesia. Proses tersebut sedang berjalan melalui pengajuan Surat Keputusan Bupati Melawi yang difasilitasi Bappeda.

“Kami optimistis Pak Bupati mendukung penuh. Bahkan dalam pertemuan virtual saat kunjungan Kepala BPKP Kalbar, Sekda Melawi menyampaikan komitmen dukungan pendanaan untuk mempercepat pengurusan MPIG,” tambah Yusli.

Dari sisi produksi, panen perdana ditargetkan pada 2027–2028. Untuk mendukung kesiapan tersebut, alat pascapanen telah dibantu oleh Bank Indonesia, sebagai bagian dari penguatan rantai nilai kopi lokal.

“Sebagai petani dan Ketua Ikatan Warga Katab Kebahan, saya ingin organisasi ini memiliki komoditas yang berakar dari kearifan lokal. Kopi adalah salah satunya,” tegas Yusli.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Melawi. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Melawi, M. Syaiful Khair, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif komunitas Katab Kebahan dalam mengembangkan kopi Liberika yang tergolong langka di Kalimantan Barat.

“Kopi Liberika ini, jika dilihat dari karakteristik tanah di Melawi, sangat prospektif untuk dikembangkan dan memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan,” ujarnya.

Pemerintah daerah, lanjut Syaiful, memberikan pembinaan dan pendampingan teknis melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serta tenaga analis jabatan fungsional lainnya. Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran bagi kelompok tani di komunitas Katab Kebahan Desa Kebebu untuk membantu pengadaan pupuk dan insektisida.

Dengan perpaduan kearifan adat, dukungan kebijakan, serta praktik agroforestri yang ramah lingkungan, Kopi Liberika Katab Kebahan bukan hanya disiapkan sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai simbol perlawanan terhadap eksploitasi alam yang berlebihan—sekaligus harapan baru bagi masa depan pertanian berkelanjutan di Melawi. (Ira)

Berita Terkait

Siaga Sebelum Bencana, Dinsos–Tagana Melawi Pastikan Dapur Umum Siap Operasi
Jemput Bola Validasi Data, Dinsos Melawi Sisir Desa Cegah Bansos Salah Sasaran
Kapolres Melawi Perkuat Bhabinkamtibmas, Fokus Cegah Konflik dan Jaga Desa
Kuasai Aset Negara Usai Pensiun, Belasan Eks ASN Dilaporkan ke Polisi
Pangkalan Mahkota Juang Melawi Salurkan LPG 3 Kg, Warga Sangat Merasa Terbantu
Karhutla Mengancam, Polres Melawi–Manggala Agni Tancap Gas Lakukan Pemadaman
Resmikan SPPG di Kelurahan Kapuas Kanan Hilir, Bupati Sintang Langsung Bagikan MBG di SDN 26 Sintang
Kesra Sintang Kumpulkan 129 Penerima Hibah Tahun 2026, Ingatkan Jangan Fiktif

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:02 WIB

Siaga Sebelum Bencana, Dinsos–Tagana Melawi Pastikan Dapur Umum Siap Operasi

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:52 WIB

Kopi Liberika Katab Kebahan Melawi, Warisan Adat yang Disiapkan Menembus Pasar Dunia

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:30 WIB

Jemput Bola Validasi Data, Dinsos Melawi Sisir Desa Cegah Bansos Salah Sasaran

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:41 WIB

Kapolres Melawi Perkuat Bhabinkamtibmas, Fokus Cegah Konflik dan Jaga Desa

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:07 WIB

Kuasai Aset Negara Usai Pensiun, Belasan Eks ASN Dilaporkan ke Polisi

Berita Terbaru