Tenggarong, 30/4 (ANTARA)- Sejumlah tempat wisata di Tenggarong dan sekitarnya di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kaltim, diminta Sekkab segera dipercantik karena bakal dikunjungi lebih dari 30.000 peserta yang mengikuti Penas KTNA. <p style="text-align: justify;"><br />"Pelaksanaan Pekan Nasional Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) ke- 13 pada 18-24 Juni nanti akan dikunjungi ribuan orang, untuk itu semua tempat wisata harus dipoles agar lebih cantik," ujar Sekkab Kukar Haryanto Bachroel di Tenggarong, Sabtu.<br /><br />Bukan hanya puluhan ribu orang saja yang akan mengunjugi Kukar, tapi kegiatan nasional untuk memajukan pertanian dalam arti luas di Indonesia itu, juga akan dihadiri Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).<br /><br />Presiden lanjutnya, dijadwalkan membuka Penas KTNA pada 18 Juni di Gedung Olahraga (Gor) Aji Imbut, Desa Perjiwa, Tenggarong Seberang, Kukar. Sementara penutupannya direncanakan dilakukan oleh Wakil Presiden Boediono pada 24 Juni 2011.<br /><br />Sejumlah tempat wisata yang diminta Sekkab segera dipoles dan dibenahi itu antara lain Objek wisata Pulau Kumala, sejumlah danau di Tenggarong, Museum Kayu, terutama Museum Mulawarman, Tenggarong.<br /><br />Museum Mulawarman katanya, dipastikan akan menjadi tujuan utama peserta Penas yang datang dari seluruh nusantara. "Rencananya Presiden RI juga akan ke Museum Mulawarman untuk menerima gelar dari Kesultanan Kutai," ujar Haryanto lagi.<br /><br />Dia juga meminta agar Planetarium Jagad Raya, Waduk Panji dan lainnya juga harus segera dipersiapkan, sehingga para tamu dari luar bisa puas menikmati berbagai tempat wisata di Kukar.<br /><br />"Setiap instansi yang bertanggungjawab terhadap kemajuan tempat-tempat wisata tersebut agar segera melakukan perbaikan. Mulai sekarang harus dipercantik karena kurang dari dua bulan lagi kita akan kedatangan lebih dari 30.000 tamu dari peserta Penas KTNA," ujarnya.<br /><br />Museum Mulawarman merupakan istana Kesultanan Kutai Kartanegara yang dibangun pada 1963, sebagai pengganti Istana sebelumnya yang terbakar dan diresmikan pada 25 November 1971 oleh Gubernur Abdoel Wahab Sjahranie, kemudian diserahkan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada 18 Februari 1976.<br /><br />Dalam Museum ini tersimpan benda-benda sejarah yang pernah digunakan oleh Kesultanan, seperti singgasana, tempat peraduan, pakaian kebesaran, tombak, keris, meriam, kalung, Prasasti Yupa Serta Koleksi Berbagai Jenis Keramik Dari Cina. <strong>(das/Ant)</strong></p>











