Kondisi listrik di wilayah perbatasan Entikong Kabupaten Sanggau selama ini masih mendapat keluhan dari masyarakat sekitar. Pasalnya pasokan listrik yang masuk wilayah tersebut masih terus byarpet, sehingga dianggap menganggu aktifitas masyarakat dan upaya untuk memajukan wilayah yang merupakan beranda terdepan Indonesia dengan negara tetangga Malaysia. <p style="text-align: justify;">Keluhan tersebut diungkapkan ketua Asosiasi Pengusaha, Pedagang, Perbatasan Indonesia (AP3I) Kalimantan Barat H Thalib, yang berdomisi di wilayah Entikong. Dirinya mengatakan kondisi byarpet di wilayah perbatasan tersebut sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir ini, namun tidak ada upaya perbaikan dari pihak PLN Cabang Sanggau pada khususnya.<br /><br />“Sering sekali byarpet, dalam sehari bisa tiga hingga empat kali dilakukan pemadaman tanpa informasi yang jelas dari pihak PLN. Kemarin saja, pemadaman yang dilakukan mulai dari pukul 18.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB, belum lagi hari ini (kemarin-red) pemadaman sudah terjadi sebanyak tiga kali mulai dari pagi hari,” ungkapnya, Minggu (8/5).<br /><br />Seringnya pemadaman yang dilakukan dikatakan H Thalib, menjadi hal yang sangat ironis jika dibandingkan dengan upaya pemerintah pusat yang terus memperjuangkan pembangunan di wilayah perbatasan. Bahkan Kadin sebagai pihak swasta sudah berkomitmen melakukan pembangunan Bandar Entikong Jaya (BEJ) dengan total investasi mencapai Rp 1,5 triliun.<br /><br />“Sebesar apapun usaha dari pemerintah untuk memajukan pembangunan wilayah perbatasan Indonesia jika tidak didukung oleh pasokan listrik yang normal dari PLN maka akan sia-sia. Makanya kita minta PLN serius mengatasi masalah listrik di perbatasan, karena selama ini masyarakat perbatasan sudah cukup dipersulit untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari termasuk BBM dan listrik,” tandasnya.<br /><br />Pihaknya berharap jika PLN tidak sanggup mengatasi masalah krisis listrik di perbatasan, maka pasokan listrik diserahkan kepada pihak ketiga. Atau mengupayakan sesegera mungkin dengan memasok listrik dari negara tetangga. Sehingga kondisi seperti pemadaman seperti sekarang ini tidak berlarut-larut yang membuat masyarakat terus merasa terpinggirkan.<br /><br />“Kita heran dengan PLN, mereka meminta kita masyarakat perbatasan untuk menaikan daya dari yang 450 Kwh ke 900 Kwh, dan yang 900 Kwh ke 1300 Kwh. Bukankan dengan upaya manaikan daya tersebut justru memperberat pasokan listrik kepada masyarakat perbatasan, dan akan sering byarpet yang terjadi,”ungkapnya. <strong>(phs) </strong> </p>











