India hingga saat ini menjadi negara terbesar pengimpor batubara asal Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel). <p style="text-align: justify;">Selama 2011, India masih menduduki peringkat pertama dari delapan negara pengimpor batubara asal Kotabaru, ujar Kepala Dinas Perdagangan, Penanaman Modal, dan Pengelolaan Pasar Kotabaru, H Zainal Arifin, di Kotabaru, Senin.<br /><br />Periode Maret, India mengimpor batubara asal Kotabaru sekitar 1,3 juta metrik ton (MT) dengan nilai impor 47 juta dolar AS.<br /><br />Negeri Tirai Bambu China menduduki peringkat kedua setelah India, yakni sebesar 941 ribu mt, dengan nilai impor sebesar 45 juta dolar AS.<br /><br />Sedangkan Jepang menduduki peringkat ketiga pengimpor terbesar, yakni sebesar 718 ribu mt dengan nilai impor sekitar 78 juta dolar AS.<br /><br />Malaysia menduduki peringkat ke empat, yakni sebesar 379 ribu mt dengan nilai impor sebesar 46 juta dolar AS, dan Filipina menduduki peringkat ke-lima terbesar, yakni sebesar 338 ribu mt dengan nilai impor sekitar 30 juta dolar AS.<br /><br />Disusul Thailand, Korea, dan Taiwan, masing-masing negara tersebut mengimor batubara asal Kotabaru sebesar 167 ribu mt, 140 ribu mt dan 38 ribu mt, dengan nilai impor masing-masing sebesar 7 juta dolar AS, 8,8 juta dolar AS dan 2,5 juta dolar AS.<br /><br />Kabid Perdagangan Luar Negeri, Hj Ratnawati, mengungkapkan, besar kecilnya ekspor batubara ke suatu negara dipengaruhi oleh dua faktor penting.<br /><br />Pertama faktor permintaan dan kedua faktor harga. Jika permintaan tinggi dan harganya cukup baik, maka ekspor batubara ke negara tersebut dapat dipastikan akan tinggi.<br /><br />Sementara itu, periode Pebruari, volume ekspor batubara ke India mencapai 1,2 juta mt dengan nilai ekspor sebesar 47,18 juta dolar AS dari total ekspor periode tersebut sebesar 3,4 mt. <strong>(phs/Ant)</strong></p>











