Provinsi Aceh mempersiapkan diri sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional, dan akan dimulai sejak 2011, kata Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar. "Kita siap menjadi salah satu daerah penghasil pangan nasional. Berbagai persiapan untuk itu sedang dilakukan, termasuk mempersiapkan petani khususnya di wilayah sentra produksi," katanya di Aceh Tengah, Minggu. <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;">Provinsi Aceh mempersiapkan diri sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional, dan akan dimulai sejak 2011, kata Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar. <br /> "Kita siap menjadi salah satu daerah penghasil pangan nasional. Berbagai persiapan untuk itu sedang dilakukan, termasuk mempersiapkan petani khususnya di wilayah sentra produksi," katanya di Aceh Tengah, Minggu. <br /> <br /> Wakil Gubernur (Wagub) Aceh didampingi Bupati Aceh Tengah Nasaruddin, menyebutkan, persiapan sebagai pusat pangan nasional dalam arti yang luas, antara lain sektor pertanian, perikanan, peternakan dan perkebunan. <br /> <br /> "Persiapan yang kita maksud yakni meningkatkan sumber daya manusia (SDM) sektor tersebut, selain membangun berbagai infrastruktur pendukung lainnya," katanya menjelaskan. <br /> <br /> Untuk infrastruktur, pemerintah tentunya akan membangun pabrik atau industri prosesing serta akomodasi yang dibutuhkan bagi kelancaran ekspor terhadap komoditas pangan di Aceh, kata dia menjelaskan. <br /> <br /> "Karena Aceh telah dimasukkan dalam master plan pusat pangan nasional, maka kita berharap produk komoditas pangan itu bisa memberikan dampak besar bagi percepatan pembangunan ekonomi. Itu akan tercapai jika di Aceh terdapat industri prosesing dari hulu sampai ke hilir," ujar Muhammad Nazar. <br /> <br /> Pemerintah Pusat telah membuat Perencanaan Induk Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi dengan membentuk beberapa koridor. <br /> <br /> "Awalnya Aceh tidak dimasukkan dalam koridor ekonomi di wilayah Sumatera, tapi setelah saya utarakan dengan berbagai alasan maka akhirnya disetujui Aceh masuk dalam koridor Sumatera," katanya menambahkan. <br /> <br /> Karena, Wagub menjelaskan jika Aceh tidak masuk dalam koridor ekonomi wilayah Sumatera, maka provinsi ini hanya menjadi daerah produksi bahan baku dengan harga jual rendah. <br /> <br /> Proyek tersebut akan dibiayai oleh beberapa BUMN strategis dengan nilai investasinya mencapai Rp1.000 triliun lebih. "Jadi saya menawarkan beberapa bidang proyek pangan dari Aceh agar dibiayai oleh BUMN yang ditunjuk," kata Muhammad Nazar. (Eka/Ant)<br /></span></p>















