Home / Tak Berkategori

Aktivis Makasar Desak Marsinah Jadi Pahlawan Buruh

- Jurnalis

Minggu, 8 Mei 2011 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah kelompok aktivis di Makassar mendesak pemerintah agar almarhumah Marsinah, buruh yang tewas akibat menuntut hak, ditetapkan sebagai pahlawan buruh di Indonesia. <p style="text-align: justify;">Sejumlah kelompok aktivis di Makassar mendesak pemerintah agar almarhumah Marsinah, buruh yang tewas akibat menuntut hak, ditetapkan sebagai pahlawan buruh di Indonesia.<br /><br />Desakan itu disampaikan para aktivis dalam unjuk rasa mengenang 18 tahun kematian Marsinah di Jalan Layang Urip Sumiharjo Makassar, Minggu.<br /><br />Aktivis yang tergabung dalam Front Oposisi Rakyat Indonesia (FORI) Sulawesi Selatan itu juga mendesak hari kematian buruh PT Catur Putra Surya (CPS) Sidoarjo pada 8 Mei itu dijadikan sebagai Hari Perjuangan Buruh Perempuan Indonesia.<br /><br />Terkait nasib perempuan buruh, Koordinator aksi FORI Sulistiani, saat berorasi mengatakan, penerapan pasar tenaga kerja yang bersifat fleksibel (Labor Market Flexybility/LMF) melalui pemberlakuan tiga paket kebijakan perburuhan (UU21/2000, UU13/2003 dan UU 2/2004), dinilai memperparah situasi perburuhan di Indonesia.<br /><br />Selain itu, meningkatnya harga barang dan jasa di berbagai sektor dalam satu dekade terakhir mengakibatkan tingginya angka pertumbuhan perempuan buruh di Indonesia.<br /><br />Jumlah angkatan kerja perempuan pada tahun 2006 mencapai 38,6 juta orang telah meningkat menjadi 42,9 juta pada 2008.<br /><br />"Buruh perempuan tersebut banyak terserap di sektor perdagangan, pertanian dan industri. Masuknya perempuan ke lapangan pekerjaan ini lebih dikarenakan dorongan pemenuhan dan usaha untuk menambah penghasilan keluarga," katanya.<br /><br />Sementara itu, lanjut dia, karena keterbatasan lapangan kerja, para perempuan ini akhirnya memilih bekerja di sektor informal, termasuk di dalamnya sebagai Pekerja Seks Komersil (PSK).<br /><br />Sampai Agustus 2008, sektor informal masih mendominasi kondisi ketenagaan kerja Indonesia dengan kontribusi sekitar 73,5 persen buruh perempuan.<br /><br />"Kondisi itulah yang membuat para buruh melakukan perlawanan, tapi perlawanan itu dibalas pemilik modal dengan pemberangusan serikat pekerja," katanya.<br /><br />Aksi itu berlangsung sekitar satu jam di bawah pengawalan puluhan aparat kepolisian. Aksi berlangsung tertib sehingga tak memacetkan arus lalu lintas di sekitar jalan layang Urip Sumiharjo.(Eka/Ant)</p>

Berita Terkait

Api Menjilat Jalan Provinsi, Asap Karhutla Lumpuhkan Arus Nanga Pinoh–Kota Baru
Persekutuan Guru Kristen PAUD, PNF dan IKBM Malinau Menggelar Perayaan Natal Bersama 
Isra Mi’raj di Polres Melawi: Kapolres Ingatkan Personel Jangan Hanya Tahu Tugas, Tapi Juga Moral
Kapolres Melawi : Upacara HKN Bukan Formalitas, Tapi Pangkal Disiplin dan Integritas
Kapolres Melawi Panen Madu Kelulut di “Ratu Madu Borneo”, Siap Bantu Pemasaran
Peringatan Isra Mi’raj di Kuala Belian Berlangsung Khidmat
Dinas PUPR Barito Utara Umumkan Proyek Pembangunan
100 Hari Kerja Bupati dan Wabup Barito Utara

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:35 WIB

Api Menjilat Jalan Provinsi, Asap Karhutla Lumpuhkan Arus Nanga Pinoh–Kota Baru

Selasa, 20 Januari 2026 - 09:55 WIB

Persekutuan Guru Kristen PAUD, PNF dan IKBM Malinau Menggelar Perayaan Natal Bersama 

Senin, 19 Januari 2026 - 21:18 WIB

Isra Mi’raj di Polres Melawi: Kapolres Ingatkan Personel Jangan Hanya Tahu Tugas, Tapi Juga Moral

Senin, 19 Januari 2026 - 21:05 WIB

Kapolres Melawi : Upacara HKN Bukan Formalitas, Tapi Pangkal Disiplin dan Integritas

Senin, 19 Januari 2026 - 20:55 WIB

Kapolres Melawi Panen Madu Kelulut di “Ratu Madu Borneo”, Siap Bantu Pemasaran

Berita Terbaru