Home / Tak Berkategori

Antrean Kendaraan Padati Spbu Sepanjang Pantura Kalbar

- Jurnalis

Rabu, 2 Maret 2011 - 22:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antrean kendaraan bermotor di stasiun pengisian bahan bakar umum di kawasan pesisir Kalimantan Barat, Rabu masih terjadi akibat terhambatnya arus barang ke Pontianak melalui laut karena KLM Rahmatia Sentosa tenggelam di Sungai Kapuas pada 10 Februari 2011. <p style="text-align: justify;">Pantauan di sepanjang perjalanan sekitar 300 kilometer dari Pontianak menuju Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Senin (01/03/2011) malam hingga Selasa, SPBU yang dilalui dipadati antrean kendaraan bermotor. <br /><br />Seperti di SPBU Kuala Mempawah Kabupaten Pontianak, terlihat antrean mobil sepanjang 200 meter. <br /><br />Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Sungai Pinyuh, Kabupaten Pontianak. <br /><br />Ada juga SPBU yang sudah kehabisan stok seperti di Sungai Duri dan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang. <br /><br />Memasuki Kota Singkawang, ratusan kendaraan juga antri di SPBU Pasir Panjang. <br /><br />Di SPBU Sungai Wie Singkawang Utara, kondisinya lebih parah. Antrean sepeda motor mencapai 300 meter sedangkan roda empat hampir satu kilometer. <br /><br />Polisi berjaga-jaga di SPBU Tebas Kabupaten Sambas karena antrean kendaraan membuat jalan menuju Kota Sambas hanya cukup dilewati satu mobil saja. <br /><br />Namun, di depan SPBU Tebas terlihat sejumlah kios yang menjual BBM baik jenis premium maupun pertamax plus. <br /><br />Harga jual di tingkat kios bervariasi antara Rp 6.500 sampai Rp 8 ribu per liter untuk premium. <br /><br />Dwi, warga Pontianak yang bertugas di Sambas mengatakan, kondisi itu bisa membuat biaya transportasi bertambah dua kali lipat. <br /><br />"Kalau mau antre di SPBU bisa berjam-jam, terpaksa beli di kios, meski harganya mahal," kata Dwi. <br /><br />KLM Rahmatia Sentosa karam setelah bertabrakan dengan KM Wewah di buoy 5 alur Sungai Kapuas, Kamis malam, 10 Februari 2011. <br /><br />Kapal itu mengangkut 700 ton semen, sehingga langkah awal evakuasi dengan membongkar muatan oleh penyelam tradisional.<strong> (phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Sintang Tegaskan Keberagaman Adalah Anugerah, Ajak Jaga Keamanan
Khairul Tekankan Perencanaan Terarah, Lima OPD Raih Nilai Kinerja Istimewa di Akhir 2025
Kapolres Barito Utara Ajak Masyarakat Tingkatkan Keimanan dan Pererat Ukhuwah Sambut Ramadan 1447 H
Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi
Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan
Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:44 WIB

Bupati Sintang Tegaskan Keberagaman Adalah Anugerah, Ajak Jaga Keamanan

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:07 WIB

Khairul Tekankan Perencanaan Terarah, Lima OPD Raih Nilai Kinerja Istimewa di Akhir 2025

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:20 WIB

Kapolres Barito Utara Ajak Masyarakat Tingkatkan Keimanan dan Pererat Ukhuwah Sambut Ramadan 1447 H

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:08 WIB

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:34 WIB

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Berita Terbaru

Tumpo yang terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua PSMTI Kabupaten Melawi. (Dedi Irawan)

Berita

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Feb 2026 - 22:08 WIB