Benih Ikan Mas Dan Nila Dikelola UPR

oleh

Produksi benih ikan mas dan nila di Tabalong, Kalimantan Selatan mulai tahun ini dikelola oleh unit pembenihan rakyat. <p style="text-align: justify;">Menurut Kepala UPT Balai benih ikan lokal, Distanakkan Tabalong, Elzan, Jumat, mengatakan, sebelumnya produksi benih ikan mas dan nila dikembangkan di Balai Benih Ikan Kambitin Raya Kecamatan Tanjung.<br /><br />"Tahun ini balai benih ikan di Kambitin Raya hanya memproduksi jenis ikan patin, betok dan gurami, sedangkan benih ikan mas dan nila dikelola masyarakat atau UPR," jelas Elzan.<br /><br />Elzan mengungkapkan kelangsungan budidaya ikan sangat tergantung pada ketesediaan benih ikan karena itu Distanakkan mengupayakan peningkatan produksi dan kualitas benih ikan.<br /><br />Kebutuhan benih ikan di Tabalong sendiri cukup besar yakni 21,5 juta benih dengan target produksi perikanan (baik ikan budidaya maupun hasil tangkapan) sebesar 6.203 ton.<br /><br />Produksi benih ikan mempunyai tingkat fluktuasi yang sangat tinggi dan ini terkait inkonsistensi permintaan budidaya, namun secara kuantitas produksi benih ikan yang dihasilkan UPR naik sekitar 30 persen tiap tahunnya, tambahnya.<br /><br />Untuk meningkatkan produksi perikanan, Distanakkan Tabalong mulai melakukan uji coba budidaya keramba jaring apung (KJA) di dam Sempalang, Desa Namun Kecamatan Jaro.<br /><br />"Ada sekitar 21 keramba jaring apung yang kita uji coba di Desa Namun Kecamatan Jaro dan sistem ini mempunya daya tampung ikan lebih besar dibanding keramba biasa," jelas Kasi budidaya perikanan, Rahmani.<br /><br />Namun sistem keramba jaring apung ini ujar Rahmani hanya bisa diterapkan di perairan yang tidak berarus seperti waduk atau dam. <strong>(phs/Ant)</strong></p>