BERAU, KN – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan komitmennya dalam mendorong percepatan program perhutanan sosial sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian hutan.
Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri rapat Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Perhutanan Sosial Tahun 2026 yang digelar di Ruang RKPD Bapelitbang Berau, Selasa (28/4).
Rapat ini membahas berbagai langkah strategis pengembangan perhutanan sosial ke depan, termasuk penyusunan dokumen perencanaan terpadu serta penguatan peran para pemangku kepentingan untuk periode 2026–2030.
Dalam arahannya, Sri Juniarsih menyampaikan bahwa sektor kehutanan menjadi salah satu fokus utama pembangunan di Kabupaten Berau, khususnya melalui program karbon hutan.
Ia mengungkapkan, saat ini sebanyak 77 kampung di Berau telah merasakan manfaat dana karbon yang bersumber dari Bank Dunia dengan nilai sekitar Rp349 juta per tahun.
Menurutnya, perhutanan sosial tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memiliki dampak ekonomi langsung bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.
“Perhutanan sosial harus mampu memberikan keseimbangan antara aspek ekologi dan ekonomi. Masyarakat perlu terus didorong agar bisa mengelola hutan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi dan pendampingan kepada masyarakat sebagai kunci keberhasilan program tersebut, sehingga pengelolaan hutan dapat berjalan optimal tanpa merusak ekosistem.
Pemerintah Kabupaten Berau, lanjutnya, akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna memastikan program perhutanan sosial berjalan efektif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta lingkungan.











