Home / Tak Berkategori

Bupati : Jampersal Sanggau Belum Efektif

- Jurnalis

Kamis, 5 Mei 2011 - 02:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belum aktifnya program Jaminan Persalinan (Jampersal) di Kabupaten Sanggau, membuat masyarakat di Sanggau mulai bertanya-tanya jika ingin mendapatkan perawatan persalinan secara gratis. Bupati Sanggau meminta masyarakat memaksimalkan pemanfaatan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang ada. <p style="text-align: justify;">Hal tersebut ditegaskan bupati Setiman H Sudin belum lama ini, terkait belum keluarnya petunjuk teknis pemanfaatan dana dari pemerintah pusat yang mencapai Rp 1,7 miliar tersebut. Dirinya menegaskan masyarakat bisa memanfaatkan layanan Jamkesda untuk mendapatkan pelayanan biaya bersalin secara gratis.<br /><br />"Layanan Jamkesda juga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk program persalinan, karena Jampersal memang bukan hanya untuk pelayanan umum. Hanya saja memang dengan beberapa keterbatasan seperti perawatan hanya bisa dilakukan di kelas III, hanya saja justru mempunyai kelebihan karena biaya klaim tidak terbatas seperti layaknya pada program Jampersal," tandas Bupati.<br /><br />Saat ini diungkapkan bupati memang untuk program Jampersal masih menunggu peraturan bupati untuk itu, karena tidak bisa direalisasikan tanpa ada aturan yang jelas. Mengingat minimnya dana yang dialokasikan untuk setiap persalinan yang bisa diklaimkan.<br /><br />Hal senada dikatakan kepala dinas kesehatan Sanggau dr Jones Siagian, dirinya mengatakan masih menunggu perbup untuk program Jampersal. Mengingat keterbatasan anggaran yang ada, terlebih aturan siapa saja yang bisa mengajukan persalinan sejauh ini belum jelas.<br /><br />"Kalau yang bersalin memanggil bidan pada malam hari misalnya, kita belum tahu secara persis apakah itu juga masuk dalam biaya Rp 350 ribu seperti yang dialokasikan dalam Jampersal. Karena biasanya biayanya mencapai jutaan rupiah," tandasnya.<br /><br />Anggota DPRD Sanggau Andi Darsudin mengatakan ketegasan dan sosialisasi dari pemkab melalui dinas terkait layanan Jampersal sangat diperlukan. Agar masyarakat tidak simpang siur menerima informasi yang ada, karena dibeberapa tempat biaya persalinan mencapai Rp 2,5 juta.<br /><br />"Harus dipertegas, kalau bisa dimanfaatkan masyarakat seperti apa syarat-syaratnya agar masyarakat tidak merasa bingun. Dan kalau tidak bisa informasikan secara jelas," ungkapnya. <strong>(phs)</strong></p>

Berita Terkait

Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H
Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025
Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen
Realisasi APBD 2025 Kecil, Bupati Sintang Minta OPD Sering Rapat Evaluasi

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:57 WIB

Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:57 WIB

Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:12 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas

Berita Terbaru

Kepala Desa Paal, H. Sukarman saat menerima Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. (Dedi Irawan)

Berita

Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025

Kamis, 15 Jan 2026 - 19:57 WIB