Bupati Melawi Resmikan Gedung Regrouping SDN 5 dan 11 Nanga Pinoh

oleh

MELAWI – Setelah selesai dibangun di tahun 2018, akhirnya bangunan Regrouping Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 dan 11 Nanga Pinoh diresmikan, Kamis (17/1). Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Melawi, dan dihadiri Forkopinda, Anggota DPRD Melawi, H. Kulan AR, Sekda dan sejumlah camat dan guru.

Kepala Disdikbud Melawi, Joko Wahyono mengatakan,Gedung Regrouping SDN 5 dan SDN 11 Nanga Pinoh proses perencanaan ya sudah dimulai sejak tahun 2017 untuk perencanaan ya da. Tahun 2018 dilakukan pelaksanaannya. Sejak proses Regrouping mulai tahun 2018, SDN 5 Nanga Pinoh tidak menerima siswa baru hingga 6 tahun kedepan. Sementara tenaga kependidikan secara belahan-lahan akan kita mutasi kan ke SDN 11 sambil menunggu Peraturan Bupati yang sudah kita usulkan.

“Gedung Regrouping SDN 5 dan 11 dibangun di tanah milik pemerintah seluas 1, 6 haktar di Desa Kenual Kecamatan Nanga Pinoh. Bangunan didirikan terdiri dari 12 ruang belajar, satu perpustakaan, satu ruang guru, satu Tu satu ruang kepala sekolah dan 6 toilet siswa dan guru. Terdiri dari dua lantai dengan total luas keseluruhan 1.170 meter persegi,” ungkapnya.

Lebih lanjut Joko mengatakan, konsultan perencana CV bersama Karya kontraktor pelaksana PT Budi Bangun Kontruksi dan Konsultan pengawas CV Devindo Karya Mandiri. Sumber dana pembangunan ini berasal dari APBD Melawi dengan rincian, biaya perencanaan menggunakan DAU tahun 2017 sebesar Rp. 98 juta lebih. Pembangunan kontruksi sebesarRp. 4,8 milyar lebih dari DAU Murni 2018, dan biaya pengawasan sebesar Rp. 79 juta lebih dari DAU 2018.

“Nilai anggaran keseluruhannya sebesar Rp. 5 milyar lebih. Pelaksanaan konstruksi fisik dilaksanakan dari 21 Juni sampai 21 November 2018 atau 150 hari kalender. Pelaksanaan pembangunan itu jugadikawal oleh TP4D Kejari Sintang, dan selama pembangunan berjalan dengan lancar,” paparnya.

Ditempat yang sama, Bupati Melawi, Dadi Sunarya Usfa Yursa mengatakan, dua SD tersebut sebelumnya sudah pernah diajukan oleh Bupati Melawi pertama yakni Suman Kurik, kepada DPRD. Namun belum mendapatkan dari DPRD. Karena dinilai kondisinya masih sangat dipaksanakan, dan kedua SD ini juga belum terlalu parah suasananya.

“Di zaman bupati pak Firman juga pernah diajukan untuk dipindahkan ke tempat lain. Namun juga belum bisa terealisasi karena kendala-kendala yang ada. Namun pada saat zaman saya dengan pak Dadi, ini sudah sangat mendesak dan kondisi suasana kedua SD itu sudah semakin parah. Para pelajar yang diharapkan sehat dihadapkan dengan suasana serta aroma dari pasar, bergabung dengan hiruk pikuknya pasar. Tambah lagi kalau banjir, kedua SD ini kebanjiran, dan dari asfek esttetika, kesehatan sudah tidak layak lagi. maka kita memutuskan, dengan segala kemampuan yang ada dilaksanakan,” paparnya.

Panji mengaku sangat senang ketika melihat gedung SD ini bisa berdiri dengan baik. Kondisi inilah yang cocok untuk pelajar jika dibandingkan dengan yang sebelumnya. Ini adalah sekolah yang megah untuk di Nanga Pinoh.

“Mulai hari ini setelah serah terima dilakukan, maka pencatatan aset sudah syah milik dinas pendidikan bagian dari Pemkab Melawi. Selain melakukan peresmian gedung ini, Pemkab juga akan meresmikan sejumlah gedung baru lainnya pada minggu-minggu ini. Seperti gedung Serba Guna, RS Pratama, Puskesmas serta dua pasar di Nanga Pinoh,” ungkapnya.

Terpisah, seorang guru SD Regrouping, Saparudin mengaku sangat lega setelah melihat dan proses peresmian ini dilakukan. Artinya para anak-anak murid tidak lagi dihadapkan dengan permasalahan kondisi suasana pasar serta aroma busuk yang menyengat.

“Kita sangat senang dan bangga dengan fasilitas yang telah disediakan pemerintah ini. Bagi kami yang sebelumnya mengajar di bangunan lama yang berada di lokasi pasar sayur itu, sangat berarti dengan pindahnya ke SD regrouping ini,” pungkasnya. (Ed/KN)