China menduduki peringkat pertama sebagai negara tujuan ekspor dari Kalimantan Selatan menggeser Jepang yang sebelumnya sebagai negara tujuan utama ekspor tambang daerah ini. <p style="text-align: justify;">Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Gusti Yasni Iqbal di Banjarmasin, Senin mengatakan, dalam dua tahun terakhir ekspor Kalsel ke China meningkat tajam terutama sektor pertambangan.<br /><br />Pada tahun 2009 nilai ekspor Kalsel ke Jepang sebesar 950 juta dolar AS, menyusul China sebesar 860 juta dolar AS, India, 789 juta dolar S, Korea Selatan 392 juta dolar AS dan Taiwan 312 juta dolar AS.<br /><br />Sedangkan 2010, ekspor Kalsel ke China naik tajam menjadi 1,5 miliar dolar As disusul Jepang yang juga naik menjadi 1,2 miliar, India sebanyak 560 juta dolar AS, Korea Selatan 362 juta dolar AS dan Taiwan 362 juta dolar AS.<br /><br />Selain itu, ekspor ke Malyasia juga naik tajam menjadi 440 juta dolar As dari sebelumnya 301 juta dolar AS.<br /><br />"Khusus ke Jepang kendati sekarang berada di posisi ke dua sebagai negara tujuan ekspor Kalsel, namun nilainya masih terjadi kenaikan yang cukup tinggi," katnaya.<br /><br />Menurut Iqbal, hingga kini belum terlihat pengaruh Tsunami Jepang terhadap ekspor Kalsel, karena permintaan terutama untuk hasil tambang masih cukup tinggi.<br /><br />Menurut dia, pada 2011 Kalsel menargetkan kenaikan nilai ekspor diatas 12 persen dari sebelumnya 6 miliar dolar AS menjadi 7 miliar dolar AS bahkan lebih.<br /><br />Diharapkan, tambah dia, kenaikan ekspor ditopang oleh sektor pertanian dan perkebunan serta sektor industri kerajinan, mengingat saat ini Kalsel sedang gencar untuk mengurangi ekspor hasil tambang.<br /><br />"Saat ini ekspor masih ditopang hasil tambang, kita harap perlahan akan bergeser ke sektor pertanian dan tanaman pangan," katanya.<br /><br />Kepala Badan Pusat statistik Provinsi Kalimantan selatan Bambang Pramono mengatakan nilai ekspor Kalsel selama Maret 2011 sebesar 691,54 juta dolar AS.<br /><br />Angka tersebut, kata dia, mengalami kenaikan sebesar 13,49 persen jika dibanding ekspor bulan Februari 2011 dan naik 16,83 persen jika dibandingkan tahun 2010 bulan yang sama.<br /><br />Secara keseluruhan, tambah Bambang, nilai ekspor sementara Kalimantan Selatan periode Januari hingga Maret 2011 sebesar 1,8 miliar dolar AS.<br /><br />Sedangkan untuk impor, tambah Bambang selama Maret 2011 juga mengalami peningkatan sebesar 41,53 persen bila bandingkan dengan nilai impor Februari.<br /><br />Menurut dia, nilai impor sementara pada Maret 2011 sebesar 311,90 juta dolar AS, nilai tersebut mengalami kenaikan cukup signifikan sebesar 85,73 persen jika dibandingkan dengan nilai impor Maret 2010.<br /><br />Nilai impor secara menyeluruh untuk periode Januari – Maret sebesar 670,40 juta dolar AS, dengan komoditas utama sebagai penyumbang terbesar yaitu kelompok barang bahan bakar mineral sebesar 237,48 juta dolar AS.<br /><br />Selain itu, kelompok barang kendaraan dan bagiannya sebesar 28,54 juta dolar AS, dan kelompok mesin-mesin, pesawat mekanik sebesar 27,60 juta dolar AS.<br /><br />Menurut Bambang, negara pemasok produk impor ke daerah ini pada Februari 2011 terbesar adalah adalah dari Singapura sebesar 128,37 juta dolar AS, Malaysia sebesar 70,87 juta dolar AS, dan Korea Selatan sebesar 40,05 juta dolar AS.<br /><br />Secara keseluruhan tambah dia, Kalsel mengalami surplus nilai ekspor hingga 1,1 miliar dolar As dan khusus pada Maret surplus 379 juta dolar AS. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














