MELAWI-KN. Jalan raya di Kalimantan Barat kian mematikan. Sepanjang tahun 2025, 1.378 kecelakaan lalu lintas tercatat, merenggut 421 nyawa manusia dan menyebabkan kerugian materiil hingga Rp6,6 miliar. Angka ini menegaskan satu fakta pahit: disiplin berlalu lintas masih menjadi masalah serius.
Di tengah kondisi tersebut, Polres Melawi resmi menggelar Operasi Keselamatan Kapuas 2026, diawali dengan Apel Gelar Pasukan di halaman Mapolres Melawi, Senin (2/2/2026). Operasi ini menjadi langkah konkret kepolisian dalam menekan laju kecelakaan menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Apel dipimpin Wakapolres Melawi Kompol Aang Permana, S.I.P., S.H., M.A.P., yang membacakan amanat Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. Dalam amanatnya, Kapolda menekankan bahwa keselamatan berlalu lintas bukan sekadar slogan, melainkan soal hidup dan mati.
“Operasi Keselamatan Kapuas 2026 dilaksanakan selama 14 hari, mulai 2 hingga 14 Februari 2026, dengan tujuan utama menurunkan angka kecelakaan dan fatalitas korban di jalan raya,” tegas Kapolda.
Kapolda menjelaskan, operasi ini mengedepankan langkah preemtif dan preventif, seperti edukasi, sosialisasi, dan imbauan langsung kepada masyarakat. Namun, bagi pelanggar yang membahayakan keselamatan pengguna jalan lain, penindakan tegas tetap akan dilakukan.
“Pendekatan humanis tetap dikedepankan, tetapi pelanggaran yang berisiko tinggi tidak akan ditoleransi,” tegasnya.
Data kecelakaan sepanjang 2025 menjadi cermin kelalaian kolektif. Selain 421 korban meninggal, tercatat 693 orang luka berat dan 1.357 orang luka ringan. Angka ini menempatkan persoalan lalu lintas bukan lagi isu teknis, melainkan darurat keselamatan publik.
Melalui Operasi Keselamatan Kapuas 2026, Polres Melawi menargetkan perubahan perilaku pengguna jalan, terutama pengendara roda dua yang masih mendominasi angka kecelakaan. Kepolisian juga mengingatkan bahwa kepatuhan berlalu lintas merupakan bentuk tanggung jawab sosial, bukan semata kewajiban hukum.
Menjelang Ramadan, Polres Melawi berharap masyarakat tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga meningkatkan kesadaran keselamatan di jalan raya, agar tidak ada lagi keluarga yang kehilangan anggota akibat kecelakaan lalu lintas.
“Jalan raya bukan arena uji nyali. Keselamatan adalah prioritas,” demikian pesan tegas yang disampaikan dalam Operasi Keselamatan Kapuas 2026. (Ira)














