Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan terus melakukan langkah antisipasi munculnya penyakit pascabanjir yang melanda sejumlah kecamatan di kabupaten tersebut. <p style="text-align: justify;">"Kami sudah mengantisipasi munculnya penyakit yang menyerang anggota masyarakat pasca banjir," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Yasna Khairina di Martapura, Jumat.<br /><br />Ia mengatakan, pihaknya sudah menyalurkan obat-obatan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) maupun pusat pelayanan kesehatan lainnya di kecamatan yang terendam banjir.<br /><br />Bantuan obat-obatan bagi warga korban banjir itu diberikan secara gratis dan diharapkan bisa digunakan untuk mengobati penyakit yang berpotensi muncul pascabanjir.<br /><br />"Cukup banyak penyakit yang muncul pascabanjir seperti diare, kutu air, gatal-gatal maupun penyakit kulit lainnya yang menyerang akibat kurang bersihnya lingkungan sekitar," ungkapnya.<br /><br />Disebutkan, obatan yang disalurkan ke pusat pelayanan kesehatan itu diantaranya salep untuk mengobati penyakit kulit maupun serum anti bisa yang berguna untuk mengobati luka akibat gigitan ular.<br /><br />"Selain penyakit kulit, cukup banyak kasus warga digigit ular sehingga disiapkan serum anti bisa ular yang disuntikkan apabila ada warga yang terkena gigitan ular berbisa," ujarnya.<br /><br />Dikatakan, selain obat-obatan, Dinkes Banjar juga menyiagakan petugas medis dan para medis di setiap Puskesmas yang terkena banjir sehingga pelayanan kesehatan bagi warga korban banjir lebih optimal.<br /><br />"Petugas medis dan para medis Puskesmas disiagakan sejak awal terjadinya banjir yang merendam rumah-rumah warga dan tetap bertugas hingga banjir mereda," kata dia.<br /><br />Pihaknya menghimbau kepada seluruh warga korban banjir agar selalu menjaga kebersihan lingkungan sehingga penyakit akibat kurang bersihnya lingkungan tidak menyerang sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.<br /><br />"Setiap menjalankan aktivitas sehari-hari seperti memasak hendaknya menggunakan air yang bersih dan sudah dimasak sehingga bibit penyakit tidak menyerang," sarannya.<br /><br />Ditambahkan, sejauh ini pihaknya tidak mendapat laporan adanya warga korban banjir yang terserang penyakit serius namun tetap waspada dengan menyiagakan petugas medis dan para medis di setiap pusat pelayanan kesehatan.<br /><br />Banjir yang terjadi di Kabupaten Banjar muncul sejak Senin (2/5) dan melanda empat kecamatan sehingga mengakibatkan ribuan rumah penduduk terendam air dengan ketinggian antara setengah meter hingga empat meter.<br /><br />Empat kecamatan yang dilanda banjir akibat meluapnya Sungai Riam Kiwa itu adalah Kecamatan Pengaron, Simpang Empat, Mataraman dan Astambul namun ketinggian air sudah mulai turun pada Kamis. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














