Dinkes Kalbar Gencar Cegah Dini Penyakit TBC

oleh

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, saat ini gencar melakukan sosialisasi pencegahan secara dini terhadap penyakit "tuberkulosis" atau TBC melalui puskesmas-puskemas yang ada, kata Kadinkes Kalbar Andi Jap. <p style="text-align: justify;">"Sosialisasi kami tekankan pada masyarakat terutama dengan telah disediakannya obat gratis bagi penderita penyakit TBC," kata Andi Jap di Pontianak, Kamis (03/03/2011). <br /><br />Ia menjelaskan, jumlah penderita penyakit TBC cenderung meningkat. "Peningkatan kasus penderita TBC bisa saja dipicu karena kami selama ini aktif melakukan penyuluhan dan pemeriksaan terhadap masyarakat," ujarnya. <br /><br />Pemerintah telah memberikan obat gratis bagi penderita penyakit TBC selama enam bulan guna mengobati penyakit itu asal dirawat di Puskemas atau rumah sakit milik pemerintah, katanya. <br /><br />"Intinya bagi penderita penyakit TBC tidak ada alasan untuk tidak berobat, karena sudah ditanggung oleh pemerintah," ujarnya. <br /><br />Seseorang yang mengidap penyakit TBC akan kehilangan waktu kerja 3 hingga 4 bulan lamanya atau setara dengan penurunan 20 sampai 30 persen pendapatan tahunan keluarga. <br /><br />Andi mengimbau, masyarakat untuk tidak mengucilkan orang yang berpenyakit TBC, karena akan semakin menambah penderitaan mereka. <br /><br />Penyakit TBC perlu ditanggulangi sejak dini dengan melakukan pengobatan secara rutin hingga enam bulan ke depan tanpa bolong, kata Kadinkes Kalbar. <br /><br />Data Kementerian Kesehatan, Kalbar masuk peringkat kelima penyakit TBC dari sebelumnya berada di peringkat tiga.  <strong>(phs/Ant)</strong></p>