Disdikbud Melawi Dapat Kucuran DAK Rp 30 Milyar

oleh
oleh

MELAWI – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Melawi, Joko Wahyono mengatakan, dalam upaya meningkatkan sarana prasarana di bidang pendidikan khususnya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Melawi, Disdikbud terus melanjutkan program untuk mencapai target sebagaimana yang diharapkan hingga akhir tahun 2020.

Upaya peningkatan SDM juga dilakukan melalui peningkatan sarana dan prasarana, baik yang didukung pemerintah pusat maupun daerah.

“Untuk tahun anggaran 2019 kegiatan pembangunan fisik sarana dan prasarana di bidang pendidikan di Kabupaten Melawi ini, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang di titipkan oleh Pemerintah Pusat ke APBD Kabupaten Melawi tahun 2019 ini berkisar Rp. 30 milyar lebih,” katanya saat ditemui di ruangan kerjanya, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, secara detail Joko mengatakan, dana DAK tersebut untuk pembangunan sarana dan prasarana berencana untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan pada jenjang SMP. Berupa rehabilitasi prasarana belajar SMP, rehab ruang kelas sebanyak 18 ruang. Kemudian pembangunan ruang kelas baru SMP sebanyak 3 ruang, pembangunan laboratorium IPA sebanyak 8 ruang lengkap dengan perabotnya.

“Kemudian pembangunan ruang perpustakaan SMP sebanyak 7 ruang lengkap dengan perabotnya. Kemudian juga kita akan membangun jamban atau toilet siswa atau guru di sekolah atau yang biasa sebanyak 4 ruang. Kemudian untuk tingkat SMP kita akan membeli atau melaksanakan pengadaan peralatan raboratorium yaitu sebanyak 9 sekolah, kita beri masing-masing satu paket kemudian pengadaan media pendidikan itu 10 sekolah atau 10 paket dan pengadaan alat kesenian tradisional 6 paket. Kemudian pembangunan rumah dinas guru melalui DAK Afirmasi sebanyak 7 unit rumah guru SMP. Total anggaran DAK untuk jenjang SMP berkisar sekitar Rp. 13,7 miliar,” terangnya.

Joko melanjutkan, kemudian untuk jenjang SD Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar Rp. 16,5 miliar. Pembangunan fisik dari DAk terdiri dari rehab prasarana belajar atau rehab ruang kelas beserta alat dan perabotnya, yang mana terdiri dari lebih kurang 47 ruang rehab. Kemudian pembangunan ruang kelas baru ruang kelas SD hanya 26 ruang kelas, pembangunan toilet atau jamban siswa sekitar 15 sekolah.

“Pengadaan sarana pendidikan jasmani olahraga atau PJOK untuk 10 sekolah. Kemudian pengadaan peralatan seni budaya untuk 15 sekolah dan pengadaan alat tradisi kesenian tradisional di sebuah sekolah. 9 pembangunan rumah dinas guru untuk sekitar 14 rumah dinas guru,” paparnya.

Joko mengatakan, pembangunan fisik tersebut yang akan segera dilaksanakan dan sekarang Disdikbud dalam proses perencanaan. Semua dilaksanakan untuk konstruksi bangunan dilaksanakan secara swakelola oleh pihak sekolah bersama masyarakat, dan dananya langsung ditransfer ke rekening sekolah dari khas daerah. Sebelum pelaksanaan tentu kepala sekolah melakukan perjanjian kerjasama dengan Disidkbud teman selaku pengguna anggaran.

“Sedangkan untuk pengadaan-pengadaan, itu dilakukan dengan cara e-katalog sesuai dengan Juklak dan Juknis DAK tahun 2019 . Kamiberharap dengan dikucurkannya dana sebesar itu di tahun 2019, maka target yang pernah kita rencanakan dapat tercapai yang dalam arti bahwa semua sarana dan prasarana yang diperlukan untuk pelayanan untyuk standar pelayanan minimal di bidang pendidikan dasar itu bisa terpenuhi,” katanya.

Joko mengaku yakin untuk diakhir tahun 2019 nanti sudah terpenuhi sekitar 95 persen untuk tingkat SMP dan untuk jenjang SD sekitar 75 persen. Sehingga tinggal dilanjutkan lagi di tahun berikutnya.

“Nanti pada awal Maret kita sudah mulai mengusulkan untuk perencanaan kegiatan kegiatan DAK di tahun anggaran 2020 dan kami berharap kepada pihak sekolah agar segera mengusulkan melalui Dapodik sehingga sarana dan prasarana yang belum lengkap atau belum ada di sekolah bisa terpenuhi bisa diadakan melalui anggaran DAK di 2020,” pungkasnya (Ed/KN)