Disnakeswan Kalbar Larang Sapi Luar Masuk

oleh

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat Abdul Manaf Mustafa melarang masuknya hewan ternak khususnya sapi asal luar provinsi itu untuk menghindari tertular penyakit antraks. <p style="text-align: justify;">"Walau begitu untuk wilayah Kalbar masih bebas akan antraks," tegas Manaf di Pontianak, Kamis (03/03/2011). <br /><br />Alumnus Institut Pertanian Bogor itu mengatakan, untuk mengantisipasi tertularnya antraks itulah pihaknya akan segera mengeluarkan surat larangan masuknya hewan ternak seperti sapi dan kambing yang ditujukan kepada pengusaha. <br /><br />"Saya tegaskan sapi khususnya dari Boyolali tidak boleh masuk ke Kalbar," katanya. <br /><br />Sejak ditemukannya sembilan warga Boyolali, Jawa Tengah yang di duga tertular penyakit antraks, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar sudah melakukan pertemuan untuk mengantisipasi hal itu. <br /><br />Selama ini, katanya, sapi-sapi yang masuk ke Kalbar berasal dari Madura (Jawa Timur) dan Jawa Tengah. <br /><br />Sembilan orang warga di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang diduga tertular penyakit antraks tersebut mengalami penyakit kulit parah yang semakin hari semakin membengkak dan melebar ke bagian yang lainnya. <br /><br />Kementerian Kesehatan RI dua pekan lalu mengirimkan tim ke Boyolali, Jawa Tengah, untuk memastikan dugaan penyebaran wabah antraks di sana. Hingga kini dusun lokasi kejadian berada dalam pemantauan Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes RI. <br /><br />Berdasar temuan tim di lapangan, kronologis penyebaran wabah dimulai dari adanya seekor sapi yang sakit pada akhir Januari 2011. Oleh pemiliknya sapi tersebut dipotong untuk dikonsumsi sendiri dagingnya dan sebagian lagi di jual ke pasar. <br /><br />Dampak kesehatan yang ditimbulkan virus antraks terhadap manusia tidak hanya berupa keropeng kulit yang berwarna hitam. Tapi juga bisa menyerang pencernaan yang menular melalui makanan dan paru-paru yang menular akibat menghirup udara mengadung spora virus. Masa inkubasinya masing-masing 1-5 hari.<strong> (phs/Ant)</strong></p>