Pembantu Rektor IV Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin Kalimantan Selatan Sutarto Hadi berharap anggota DPR-RI bisa memperjuangkan pembangunan wilayah Kalimantan. <p style="text-align: justify;">Hal tersebut disampaikan Sutarto pada acara dengar pendapat dengan tim Sosialisasi Rencana Strategi DPR-RI ke Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Kamis (24/02/2011). <br /><br />Menurut Sutarto, wilayah Kalimantan termasuk daerah yang "termarginalkan" untuk pembangunan baik itu fisik hingga pengembangan sumber daya manusia. <br /><br />Sebagai contoh, tambah Sutarto di hadapan sekitar 11 anggota DPR-RI yang dipimpin Pius Lustrilanang sampai saat ini jalan penghubung antara provinsi di Kalimantan belum tersambung dengan baik. <br /><br />Dengan demikian, warga Kalsel yang akan pergi ke Kalimantan Barat atau Pontianak harus ke Jakarta dahulu, karena belum adanya akses jalan yang menghubungkan kedua provinsi. <br /><br />Bukan hanya itu, kata dia, keberpihakan pemerintah pusat terhadap perguruan tinggi di daerah juga masih jauh dibandingkan perguruan tinggi di Jawa, Sumatra dan Sulawesi. <br /><br />Seperti misalnya dari segi anggaran dari DIPA Unlam hanya mendapatkan Rp210 miliar sudah termasuk gaji dan belanja pegawai. <br /><br />Hal itu berbeda jauh dibandingkan dengan perguruan tinggi di Jawa, untuk pembangunan graha saja, bisa diberikan dana hingga Rp100 miliar. <br /><br />Selain itu, SDM daerah juga masih dipandang sebelah mata, salah satu indikasi adalah, hingga kini tidak ada pejabat pusat walaupun hanya untuk setingkat Dirjen yang berasal dari perguruan tinggi daerah. <br /><br />"Semuanya dari PT terkemuka di Jawa, padahal bila diberikan kesempatan SDM perguruan tinggi daerah tidak kalah kualitasnya," katanya. <br /><br />Dengan demikian, tambah dia, diharapkan Anggota DPR-RI bisa memperjuangkan kesetaraan pembangunan terutama wilayah Kalimantan. <br /><br />Anggota DPR-RI dari PKB Didi Wahidi mengatakan, kebijakan anggaran saat ini berdasarkan pada jumlah penduduk. <br /><br />"Masalah besar kecilnya anggaran sebenarnya hanyalah masalah saling pandang, maksudnya Kalsel melihat Jawa lebih besar, tetapi jumlah penduduknya juga jauh lebih banyak," katanya. <br /><br />Di Kalsel APBD sebesar Rp2 triliun dan di Jawa Rp8 triliun, terlihat jauh lebih besar Jawa, namun jumlah penduduknya di Kalsel hanya 4 juta jiwa di Jawa berkalilipat. <br /><br />Pius Lustrilanang, mengatakan saat ini DPR-RI sedang memperjuangkan rencana anggaran tidak lagi hanya sekadar pada jumlah penduduk tetapi juga pendekatan kewilayahan. <br /><br />"Bukan hanya wilayah Kalimantan yang pembangunannya masih relatif tertinggal dibanding Jawa, Sumatra maupun Sulawesi, tetapi hampir seluruh wilayah Indonesia bagian Timur kini masih tertinggal," katanya. <br /><br />Dia mengatakan perlu adanya pendekatan melalui politik penganggaran yang lebih mencerminkan keadilan bagi daerah. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















