SINTANG, KN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Senen Maryono mengatakan, bahwa semua fraksi DPRD Sintang satu suara mendukung eksekutif untuk dapat memperhatikan tenaga honorer.
“Semua fraksi DPRD Kabupaten Sintang menyarankan supaya eksekutif bisa memperhatikan apa yang menjadi keinginan tenaga honorer Kabupaten Sintang,” ujar Senen saat ditemui di kantor DPRD setempat, kemarin.
Hal tersebut kata Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, bentuk dukungan DPRD Kabupaten Sintang terkait keluhan dan tuntutan yang disampaikan tenaga honorer Kabupaten Sintang beberapa waktu lalu saat audiensi dengan pihaknya.
“Sudah kita perjuangkan apa yang menjadi tuntutan tenaga honorer ini, salah satunya dengan mendesak eksekutif untuk dapat memenuhi tuntutan itu,” kata Senen.
Salah satu tuntutan agar dapat dipenuhi eksekutif Kabupaten Sintang, yakni kata Senen terkait gaji tenaga honorer yang dipangkas untuk penanganan Covid-19.
“Kita harapkan dapat dikemballikan normal untuk gaji mereka. Contohnya sebelum Covid-19 gaji honorer yang sarjana Rp1,5 juta per bulan. Karena dipotong untuk penangan Covid-19, sisa Rp1,3 juta per bulan,” ujar Senen.
Terlepas dari itu, Senen mengatakan bahwa anggaran Pemda Sintang untuk tahun 2023 ada yang dievaluasi, diharapkannya anggaran tersebut nantinya dapat berpihak ke tenaga honorer.
“Mudah-mudahan anggaran yang dievaluasi ini dapat berpihak ke tenaga honorer kita,” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, puluhan orang yang tergabung dalam Forum Tenaga Honorer Kabupaten Sintang mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, untuk melakukan aundiensi terkait nasib yang mereka alami.
Pada audiensi itu, setidaknya ada tujuh tuntutan yang disampaikan Forum Honorer Kabupaten Sintang kepada wakil rakyat tersebut. Bahkan setelah audiensi dengan DPRD Sintang, beberapa hari kemudian mereka juga menggelar aksi damai di kantor Bupati Sintang. (pul)














