Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai ujung tombak peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak mulai digiatkan kembali, seperti yang dilakukan di desa Lintang Tambuk Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Sintang. <p style="text-align: justify;">Fasilitator Masyarakat (FM) Desa Lintang Tambuk dalam program Nutrition Improvement Thought Community Empowerment (NICE), Teguh Wijil S,S.KEP mengatakan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang kesehatan dan semakin kritisnya masyarakat membuat masyarakat mulai menyadari pentingnya peningkatan kualitas kesehatan.<br /><br />“Dengan adanya bantuan proyek NICE berupa Taburia, timbangan, meteran, meja, kursi, makanan tambahan yang difasilitasi oleh dan bekerjasama dengan kepala desa setempat dan juga tenaga kesehatan dari Puskesmas Nanga Tebidah, maka kegiatan posyandu di desa itu semakin intensif dilakukan,” ujarnya.<br /><br />Ia sangat berharap, kegiatan posyandu yang sudah mulai intensif dilakukan ini bisa memberikan penjelasan ke masyarakat khususnya pada ibu yang memiliki balita bahwa bantuan dari Proyek NICE ini akan sangat baik bagi peningkatan kualitas balita.<br /><br />“Makanya kami sangat berharap para ibu bisa rutin membawa anaknya ke pelayanan posyandu supaya tahu tentang kesehatan anak masing-masing,” tukasnya.<br /><br />Menurutnya, warga Desa Lintang Tambuk juga mengucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sintang dengan masuknya Proyek NICE ini.<br /><br />“Saya selaku FM yang dipercaya dalam proyek NICE untuk menjalankan program di Desa Lintang Tambuk mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat setempat karena ikut mendukung berjalannya program ini,” kata dia.<br /><br />Bahkan lebih khusus lagi kata dia kepada ibu-ibu Dusun Gurung Panjang yang rela membawa bayi dan balita mereka berjalanan kaki menempuh jarak 2,5 jam ke pelayanan posyandu di Desa Lintang Tambuk.<br /><br />“Sebelumnya mereka tidak pernah mengikuti posyandu, upaya dari kami dan kemauan masyarakat yang besarlah membuat mereka rela berjalan kaki 2,5 jam hanya untuk datang ke Posyandu,” ucapnya.<br /><br />Ia melihat pemerintah daerah melalui instansi terkait semestinay memberikan pelatihan untuk para kader posyandu di desa terutama soal mengisi Kartu Menuju Sehat (KMS), cara menimbang, mengukur tinggi badan anak dan lain-lain sehingga nantinya para kader bisa mandiri karena ujung tombak keberhasilan Indonesia Sehat 2011-2015 bukan di kota tapi sasaranya di desa. <br /><br />“Hasil penelitian saya pada 2007 dengan pimpinan kampus saya di Stikes Wirahusada bersama UGM dan UI, 93,3 persen para kader posyandu tidak mengerti cara pengisian KMS,” ujar alumni Stikes Wirahusaha Yogyakarta ini.<br /><br />Ia sangat berharap kedepannya, meskipun proyek NICE sudah tidak ada lagi, masyarakat bisa rutin datang ke posyandu karena ini sangat baik untuk memantau perkembangan kesehatan bayi dan balita.<br /><br />“Harapan saya pemerintah daerah juga mendukung program peningkatan kualitas kesehatan dengan memperhatikan kondisi jalan sehingga ketika jalan sudah bagus maka akan memudahkan masyarakat unmtuk datang ke unit pelayanan kesehatan maupun posyandu, juga untuk mempermudah mobilitas tenaga kesehatan di daerah pedalaman,” kata dia.<br /><br />Selain itu kedepan yang perlu dilakukan menurutnya adalah memberikan pemahaman yang benar-benar ke masyarakat soal imunisasi karena seperti imunisasi BCG atai Polio, memang ada reaksi berupa demam.<br /><br />“Ini yang terkadang membuat masyarakat enggan anaknya diimunisasi, padahal itu hanya reaksi yang berlangsung sebentar. Pemahaman yang baik ke masyarakat akan memudahkan untuk mereka dengan sukarela mengikuti imunisasi yang telah diprogramkan,” tukasnya.<br /><br />Kepala Desa Lintang Tambuk, Narsadi mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memberikan perhatian kepada desanya terkait program peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.<br /><br />“Adanya program NICE ini, kegiatan posyandu bisa intensif dilakukan dan harapan kami kedepan posyandu tetap bisa berjalan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di desa kami,” ujarnya singkat. <strong>(phs)</strong></p>














