Anggota DPRD kabupaten Sintang Franseda mengatakan bahwa Kinerja Unit Pemeliharaan jalan dan jembatan (UPJJ) diwilayah timur kalimantan barat tidak akan pernah berjalan dengan optimal selama manajemennya pelaksana tidak dirubah. <p style="text-align: justify;">“UPJJ itu ibarat jeruk makan jeruk, mereka yang merencanakan, mereka yang mengerjakan dan mereka yang mengawasi sehingga kinerja UPJJ tersebut tidak ada yang optimal baik UPJJ provinsi maupun UPJJ Kabupaten/Kota, “ungkapnya kepada kalimantan-news saat ditemui di sekretariat DPRD Kabupaten Sintang belum lama ini.<br /><br />Ia mengatakan bahwa seluruh innfrastruktur jalan diwilayah timur kalimantan barat kondisinya rusak parah.<br /><br />“katanya UPJJ adalah solusi untuk mengatasi kerusakan jalan, tapi selama ini infrastruktur jalan tidak ada yang genah semenetara dana yang digelontorkan melalui anggaran daerah cukup besar setiap tahunnya,“ucap franseda.<br /><br />“Fakta rill dilapangaan kita lihat sendiri, sejumlah titik ruas jalan utama yang menghubungkan antar kabupaten dalam provinsi mengalami kerusakan yang cukup parah, baik jalan Negra, Propinsi maupun jalan Kabupaten semuannya dalam kondisi yang sangat memperihatinkan, bahkan rata-rata ruas jalan yang menghubungkan antar kota kecamatan jika hujan turun tidak bisa dilalui,” kata Politisi PKPI dengan kesal.<br /><br />Ia juga menambahkan bahwa jika manaajemen UPJJ tidak segera dievaluasi maka kondisi ruas jalan diwilayah timur kalimatan barat tersebut akan tetap seperti pada saat ini.<br /><br />“kita harapkan kepada pemerintah agar kinerja UPJJ baik Provinsi maupun Kabupaten segera ditinjau kembali. Karena selama ini realiasi UPJJ dilapangan sama sekali tidak ada yang akhirnya menjadi korban adalah masyarakat,"pungkas Franseda.<strong> (phs)</strong></p>











