Lantaran merasa perusahaan tidak tepat janji terkait gaji, Jelani yang bertugas sebagai Satlak di PT Sinar Sawit Andalan merusak bibit sawit yang baru ditanam, akibatnya pihak perusahaan melaporkannya perbuatan tersebut ke polisi. <p style="text-align: justify;">Hal tersebut disampaikan Sopian, seorang tokoh masyarakat di Serawai belum lama ini kepada kalimantan-news.<br /><br />“Mereka belum membayar gaji yang dijanjikan. Padahal sudah dipertanyakan baik-baik, tapi pihak perusahaan sepertinya lepas tangan saja," ungkap Sopian.<br /><br />Kejadian tersebut telah membuktikan kalau beroperasinya perusahaan sawit di Kecamatan Serawai dan Ambalau bukan untuk kesejahteraan masyarakat.<br />Buktinya kata pria yang aktif menolak beroperasinya perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah Serawai dan Ambalau ini, gaji karyawannya saja tidak dibayar.<br /><br />”Bagaimana dengan janji-janji sebelumnya terhadap masyarakat kami apalagi kami nilai masuknya perusahaan di wilayah kami ini melalui cara-cara yang tidak benar,” tukasnya.<br /><br />Ia meminta pada pihak agar jangan tergesa-gesa memberikan dukungan terhadap masuknya perusahaan ini apalagi jika dilihat cara mereka masuk dan mengupayakan lahan milik masyarakat. <br /><br />“Sosialisasi perusahaan menggunakan aparat desa untuk membohongi masyarakat, lain yang disampaikan lain pula realisasinya,” ucapnya.<br /><br />Ia menegaskan tidak benar jika pemerintah mengatakan izin perusahaan itu sudah tidak ada masalah lagi.<br /><br />“Karena hingga kini ada beberapa pelanggaran yang dilakukan perusahaan terhadap hak-hak masyarakat, dari itu akan lebih baik izin itu ditinjau kembali,” tukasnya.<br /><br />Ia meminta pihak keamanan bisa melihat persoalan ini secara jernih karena yang memicu kejadian ini adalah pihak perusahaan. <br /><br />“Dari itu jangan menyalahkan karyawan yang melakukan tindakan seperti itu karena ini adalah puncak kekesalan,” imbuhnya.<br /><br />Kapolres Sintang, AKBP Firly Ruspang Samosir membenarkan penanganan kasus perusakan bibit sawit yang dilakukan di areal PT SSA.<br /><br />“Saat ini prosesnya ditangani oleh Polsek Serawai,” ujarnya. <strong>(phs)</strong></p>











