Gunakan Dana Desa, Jembatan Gantung Sungai Bakah Dibangun

oleh

MELAWI – Meski pengusulan pembangunan jembatan Sungai Bakah belum direalisasi pemerintah Kabupaten, Namun Pemerintah tak berkecil hati. Hati masih ada cara untuk membuat sarana infrastruktur penyeberangan untuk masyarakat. Meskipun hanya sekedar jembatan gantung yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat nantinya.

Pelaksanaan pembangunan jembatan sungai bakah tersebutpun sudah mulai dilaksanakan, seiring peletakan batu pertama yang dilaksanakan pemerintah Desa Sungai Bakah dengan dihadiri sejumlah tokoh, BPD Desa, para kepala dusun, puluhan masyarakat serta Bhabinkamtibmas Pinoh Selatan, Selasa (2/4/2019).

Peletakan tersebut langsung dilakukan oleh Kepala Desa Sungai Bakah, Lutih kadok. Dimana pada kesempatan tersebut Lutih menyampaikan bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan hal yang sangat berarti bagi kesejahteraan, serta perputaran ekonomi masyarakat Desa Sungai Bakah.

“Pasca robohnya jembatan kayu akibat diterjang banjir yang akibatnya akses transportasi masyarakat dan perekonomian masyarakat lumpuh, akhirnya kini kita bisa merealisasikan pembangunan ini. meskipun kemampuan kita hanya sebatas jembatan gantung, yang nantinya tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Namun kita sudah sangat bersyukur,” paparnya.

Ia mengatakan, kurang lebih hampir tujuh bulan, pasca robohnya jembatan sejak dari November 2018 sampai dengan April 2019 ini masyarakat merasa terisolir dan hanya bisa menyeberang sungai menggunakan rakit kayu buatan masyarakat. Namun dengan adanya jembatan gantung itu nantinya, akses transportasi masyarakat Sungai Bakah akan kembali lancar. Bahkan desa tetangga yang melalui jalur itu juga akan merasakannya.

“Pembutan Jembatan Gantung Desa Sungai Bakah tersebut mengunakan Dana Desa kurang lebih sebesar Rp. 450.000.000. Yang menggunakan jembatan itu nantinya tidak hanya kami saja, namun juga akan dimanfaatkan masyarakat desa tetangga seperti desa Desa Nyangai dan Desa Bina. Kita berharap pembangunan ini berjalan dengan lancar dan setelah terbangun masyarakat bisa sama-sama merawatnya” pungkasnya. (Ed/KN)