SINTANG, KN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Rudy Andryas berharapa ada evaluasi pada sistem pengamanan terkait pertandingan sepakbola di Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat.
Hal tersebut diminta mantan striker tim Persatuan Sepak Bola Sintang (Persista) ini bukan tanpa alasan, mengingat sudah kerap terjadi kericuhan-kericuhan saat pertandingan sepak bola, baik itu antar pemain, suporter maupun yang lainnya, hingga bahkan harus ada yang meregang nyawa.
“Yang paling masih membekas di benak kita tragedi Kanjuruhan hingga menyebabkan ratusaan manusia kehilangan nyawa, ini sungguh memilukan bagi kita. Makanya kita harapkan ada pola atau sistem yang perlu diperbaiki sehingga kejadian-kejadian seperti itu tak terulang kembali dikemudian hari,” ujar Rudy Andreyas, beberapa waktu lalu.
Terkait evaluasi sistem yang perlu diperbaiki tersebut, Rudy Andreas mengatakan, tentu ada orang yang lebih berkompeten untuk menangani persoalan itu, hanya saja sebagai pecinta sepak bola, dirinya mengatakan perihal tersebut harus menjadi perhatian serius dan segera dapat ditindaklanjuti.
“Sepak bola ini merupakan olahraga yang paling banyak digemari di dunia, termasuk di Indonesia. Terlebih tahun 2023 Indonesai direncanakan menjadi tuan rumah Piala Dunia Usai 20 (U-20). Sudah sepatutnya evaluasi terhadap pengamanan ini perlu dilakukan dan ditingkatkan,” harap Rudy Andreas.
Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini menilai, bahwa sejumlah pihak terkait harus duduk bersama menyikapi persoalan tersebut. Sehingga olahraga sepakbola dapat kembali ke dasarnya sebagai wadah untuk pemersatu bangsa.
“Kami harap hal serupa tidak terjadi lagi ke depan. Semua pihak diharap dapat menciptakan situasi yang kondusif dan menjujung tinggi sportivitas dalam olah raga sepak bola,” pungkas wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Serawai-Kecamatan Ambalau ini. (pul)














