SINTANG, KN – Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) telah memberi atensi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang terkait inflasi di kabupaten berjuluk Bumi Senentang ini.
Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sintang, Florensius Ronny mengatakan, perlu ditindaklanjuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait perihal atensi yang telah diberikan Kemendagri ini.
“Atensi Mendagri terkait inflasi di Kabupaten Sintang ini saya pikir perlu ditindaklanjuti oleh beberapa OPD terkait agar selalu memonitoring harga-harga di pasar,” ujar Ronny saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Kemudian dari sisi anggaran, DPRD Sintang katanya juga akan selalu mengoptimalkan supaya kegiatan-kegiatan APBD dapat bersifat padat karya, sehingga bisa dinikmati masyarakat langsung untuk menahan daya beli.
“Saya pikir sesimpel itulah untuk menindaklanjuti atensi yang diberikan Mendagri ini terkait inflasi di Kabupaten Sintang,” terang Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini.
Terlepas dari itu, sebenrnya kata Ronny perlu dilihat standar-standar untuk menetukan inflasi di Kabupaten Sintang ini. Sebagai contoh, kalau ikan baong dijadikan standar untuk inflasi di Kabupaten Sintang, tentu akan mempengaruhi tingkat inflasi.
“Kan kita tau ikan baong situasinya musiman. Kalau di musim banjir ndk mungkin kita dapat ikan baong. Nah makanya harus ada perbaikan standar inflasi yang diberikan Kemendagri,” tutur Ronny.
Dijelaskan Ronny, hal ini bukan berarti melawan keputusan yang telah ditetapkan. Tapi Artinya perlu dilihat standar-standar dari inflasi untuk menentukannya.
“Contoh tadi, misalkan ikan baong, diganti dong dengan ikan biasa, seperti nila atau lele. Maka kemudian itu akan mempengaruhi dari tingkat inflasi itu sendiri,” tutur Ronny.
Kemudian kata Ronny, Sintang ini ada beberapa sektor penghasil, tapi banyak juga sebagai penikmat. Contoh kalau dari ayam dan telurnya, Sintang ini sebagai penikmat bukan penghasil.
“Penghasilnya Singkawang. Singkawang jak masih mengalami inflasi apalagi Sintang. Jadi tidak bisa dinilai dari satu aspek saja,” pungkasnya. (pul)














