Harga BBM Di Putussibau Masih Tinggi

Hingga saat ini harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Putussibau dan sekitarnya masih melambung tinggi, sepertinya Keputusan Bupati Kapuas Hulu tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk BBM jenis Premium dan Solar tidak di taati oleh sejumlah pengecer atau pemilik kios BBM, harga BBM jenis Premuim HET yang ditentukan seharusnya seharga Rp. 5.500 , namun kenyataannya masih dijual seharga Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu. <p style="text-align: justify;">“Kondisi tersebut tentunya sangat merugikan masyarakat banyak, dan dalam hal ini seharusnya ada tindakan tegas, jangan ditoleransi lagi, yang mesti dipikirkan masyarakat banyak,” ungkap Dayu salah satu warga Kota Putussibau yang juga salah satu aktivis LSM kepada kalimantan-news Senin (23/05/2011). <br /><br />Menurut Dayu Radiman jika tidak ada tindakan tegas dari Pemerintah khususnya dari instansi terkait  masalah harga BBM maka para pengecer akan menjual dengan sesuka hati, dan apabila penegcer tersebut beralasanka karena mereka membeli dengan harga yang maha juga, maka hal tersebut pelakunya pasti para calo-calo yang segaja mengambil kesempatan dan itu harus ditindak jangan dibiarkan.<br /> <br />Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamongpraja Kabupaten Kapuas Hulu Dini Ardianto dengan tegas mengatakan bahwa pihaknya akan menindak tegas, dan tidak aka memberikan  toleransi lagi bagi pengecer BBM yang tidak mematuhi aturan, menurutnya bahwa dalam surat edaran yang sudah disampaikan kepada para pengecer sudah jelas bahwa harga sudah ditentukan, bahkan para pengecer tersebutpun sudah menandatangani surat pernyataan untuk memathui aturan yang berlaku.<br /> <br />“Kali ini Kita tidak akan memberikan toleransi,yang jelas Kita tidak ingin gara-gara sekelompok orang masyarakat Kapuas Hulu khusunya yang ada di Kota Putussibau harus membeli BBM dengan harga yang tidak wajar, Kita juga pikirkan hal tersebut, dan Kita bukan sekedar gretakan sambal, Kita tetap akan tindak tegas bagi pengecer BBM nakal,” cetusnya.<br /> <br />Dengan kondisi saat ini Dini menghimbau kepada seluruh pemilik kios BBM dan pengecer untuk mentaati dan mematuhi aturan yang ada, seharusnya kata Dini dari semua pihak harus ada saling menghargai dan memahami, yang artinya masyarakat tidak dirugikan dan pemilik kios dan pengecerpun tenang dengan mentaati aturan yang ada. <br /><br />“ Jadi sebelum Kami turun, Saya berharap ada pengertian dari pemilik Kios BBM dan pengecer untuk segera mematuhi aturan yang berlaku, apabila Kami sudah bertindak kali ini tidak ada lagi alasan dan tolerasi, ini Kami lakukan bukan karena kepentigan pribadi Kami menjalankan aturan dan tugas demi kepentingan masyarakat banyak,” pungkasnya. <strong>(phs)</strong></p>