Harga BBM Masih Di Atas HET Yang Ditentukan

oleh

Hampir semua kios atau pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ada di Kota Putussibau dan sekitarnya masih menjual BBM jenis premium diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah yang mana harga perliternya hanya Rp.5.550 dan ditoleransi seharga Rp.6.000 namun kenyataan dilapangan masih dijual seharga Rp. 7.000 bahkan mencapai Rp.8.000. Hal ini tentunya sangat dikeluhkan masyarakat. <p style="text-align: justify;">Menanggapi hal tersebut Ketua LSM Peduli Kapuas Hulu Muhamad Safei mengatakan bahwa Pemerintah Daerah melalui instansi terkait dalam menanggapi hal tersebut mesti bertindak tegas, jangan sampai kata Safei yang menjadi korban masayarkat banyak. <br /><br />“Kios-kios nakal yang tidak mantaai aturan tersebut tidak bisa dibiarkan, pemda melalui instansi terkait harus menindak tegas, sehingga atuaran yang berlaku benar dilaksanakan apalagi yang sifatnya surat edaran untuk HET,” ungkapnya kepada media ini pada Rabu (18/05) kemarin.<br /> <br />Sementara itu melalui via telepon Kepala Satuan Polisi Pamongpraja Kapuas Hulu Dini Ardianto menegaskan dengan masih maraknya para pemilik kios BBM yang masih menjual di atas HET yang ditentukan,pihaknya tidak akan tinggal diam, dan menurut Dini dalam waktu dekat ini akan kembali dilakukan penertiban. <br /><br />Selain itu Dini menuturkan bahwa selama ini belum ada masyarakat yang mau melaporkan secara langsung ke kantornya, dan penyebabnya karena banyak yang tidak mau dijadikan saksi. <br /><br />“Kita merasa kesulitan ketika kita melakukan penertiban maka pemilik kios menyangkal dan mengaku menjual sesuai HET, sementara masyarakat yang merasa dirugikan tidak mau melapor dan jadi saksi, ini salah satu kendala Kita,namun pihaknya tidak akan tinggal diam, akan terus dilakukan razia-razia atau penertiban,’ tegasnya.<br /> <br />Untuk itu selaku Kepala Sat.Pol-PP Dini menghimbau kepada para pemilik kios BBM untuk mentaati aturan yang berlaku, dan Dini mengharapkan para pemilik kios tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan, mentang-mentang ada yang memerlukan BBM mendesak atau menyeret kendaraanya karena kehabisan minyak maka para pengecerpun membantai dengan harga sesuka hati, kebanyakan hal ini terjadi. <br /><br />Dan untuk masyarakat yang merasa dirugikan dengan harga yang tidak sesuai HET diharapkan segera melaporkannya, Dini berjanji pihaknya akan menindaklanjuti laporan masyarakat. <strong>(phs)</strong></p>