Jelang Pemilu 2019 Polres Melawi Adakan FGD

oleh

MELAWI – Untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif menjelang Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Polres Melawi melalui Sat Binmas mengadakan Focus Grup Discussion (FGD), Rabu (26/9) di Aula Pertemuan salah satu hotel di Nanga Pinoh. Kegiatan tersebut dibuka Waka Polres Melawi, Kompol Jajang, dan dihadiri KBO Reskrim, Kominfo, Komisioner KPU, Camat, Kades, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Media Massa.

Kegiatan tersebut membahas tentang pencegahan terhadap penyebar berita hoax, Kampanye hitam serta isu suku, agama, ras dan antar golongan (sara) di media sosial (Medsos) guna menciptakan situasi yang kondusif dalam rangka Pilpres dan Pileg 2019 khususnya diwilayah hukum Polres Melawi.

Pada kesempatan itu, Jajang mengungkapkan, Provinsi Kalbar sangat rentan dengan isu suku agama. Sehingga menjadi tugas bersama untuk menenangkan masyarakat dan menangkal isu-isu tersebut.
begitupula dengan informasi hoax yang beredar di masyarakat, yang tentunya bisa memicu keresahan masyarakat.

“Dalam sepekan bisa mencapai 3.500 berita hoax yang bersifat politik atau sosial masyarakat. Kita berharap jangan sampai sampai ada isu seperti penculikan anak, sampai korban meninggal atau dukun,” tuturnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, tahun 2019 merupakan pesta demokrasi bagi Bangsa Indonesia dimana Pileg dan Pilpres digelar serentak pada tanggal 17 April 2019 yang mana pada tahun 2019 ini baru pertama kali sejarah di Indonesia Pileg dan Pilpres dilaksanakan bersamaan.

Menurutnya, Pileg dan Pilpres cukup berat, karena ada lima surat suara. Anggota harus mengawal lima kotak suara dari satu TPS, belum lagi harus menangkal isu – isu hoax.

“Ini bukan hanya tugas kepolisian, TNI tapi tugas kita bersama meyakinkan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Melawi AKP Pardamean Marbun menyampaikan Polri sejak awal berusaha melawan hoax bahkan untuk menghadapi Pilpres 2019 sudah ada Satgas Nusantara.

“Walaupun Satgas nusantara dianggap sudah berhasil mensukseskan pemilihan Gubernur 2018, namun kerjanya tidak hanya berhenti disitu saja. Juga akan dilanjutkan dalam Pileg dab Pilpres 2019,” pungkasnya. (Ed/KN)