Jumlah Pramuka Indonesia Terbesar Di Dunia

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Prof Dr dr Azrul Azwar MPh mengatakan, hingga saat ini jumlah anggota Pramuka di Indonesia sebanyak 17 ribu orang, jumlah tersebut merupakan terbanyak di dunia. <p style="text-align: justify;">"Pramuka merupakan organisasi pendidikan non formal, sukarela, tidak berpolitik, dan terbuka untuk siapa saja. Bahkan , keberadaan Pramuka sendiri tidak mengenal suku, agama maupun ras," kata Azrul Azwar, saat menyossialisasikan Undang-Undang No. 12/2010, tentang Gerakan Pramuka di Aula Jayang Tingang Palangka Raya, Kamis.<br /><br />Menurut dia, Pramuka yang dulunya dikenal dengan nama Pandu di jaman penjajahan, banyak memberikan sumbangsihnya kepada Negara Indonesia, begitu juga terhadap pelaksanaan sumpah pemuda 28 Oktober 1928.<br /><br />"Gerakan Pramuka hanya satu-satunya yang ada di Indonesia, jadi tidak boleh ada yang lain. Ini sesuai dengan Keppres No 238/1961 dan diperkuat dengan Undang-Undang No :12/2010," ujarnya.<br /><br />Ia mengutarakan, dari 17 juta anggota Pramuka tersebut, terdiri dari 16 juta anggota muda dan 1 juta anggota dewasa dengan jumlah gugus depan sebanyak 75 ribu yang tersebar di seluruh Indonesia.<br /><br />Sementara, Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Kalteng, Agustin Teras Narang SH mengatakan, hakekat dasar pendidikan kepramukaan adalah mengingatkan penghayatan pengalaman nilai-nilai kepramukaan, yakni Satya dan Darma Pramuka oleh seluruh peserta didik, sehingga mereka dapat mempersiapkan menjadi kader pimpinan bangsa yang tangguh pada masa depan.<br /><br />"Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang seperti ini, diperlukan keberadaan dan eksistensi gerakan pramuka yang solid. Pramuka sebagai satu-satunya wadah pendidikan kepramukaan di Indonesia," terangnya.<br /><br />Ia menjelaskan, Gerakan Pramuka satu-satunya mitra pemerintah yang tangguh dalam mendidik dan membentuk karakter kaum muda, melalui pendidikan kepramukaan untuk Indonesia yang lebih baik pada masa depan.<br /><br />"Menindaklanjuti telah disahkannya Undang-Undang No. 12/2010, tentang Gerakan Pramuka, Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Kalteng akan berupaya semaksimal mungkin dalam mendukung kegiatan kepramukaan di Kalteng, tentu pula dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran yang kita miliki," tegasnya.<br /><br />Kemudian, sambung dia, saat ini yang perlu mendapat perhatian semua pihak terkait adalah, bagaimana memfungsikan gugus depan sebagai ujung tombak kegiatan pendidikan kepramukaan berlangsung, untuk itu harus ada kebersamaan mengemban tugas sebagai Majelis Pembimbing, Pengurus Kwartir, Pengurus Satuan Karya Pramuka, pelatih dan Pembina Pramuka di Kalteng. <strong>(das/ant)</strong></p>