Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengimbau peternak untuk kembali mewaspadai merebaknya flu burung yang kini diduga menyerang di beberapa kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah. <p style="text-align: justify;">Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Peternakan Kalimantan Selatan Maskamian Anjam di Banjarmasin, Jumat, menanggapi adanya informasi tentang kematian ternak di beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah yang diduga disebabkan flu burung.<br /><br />"Syukur kalau di Kalsel hingga kini tidak ada laporan adanya ternak atau unggas yang mati mendadak, kita berharap Kalsel sudah bebas dari penyakit mematikan tersebut," katanya.<br /><br />Kendati tidak ditemukan kasus flu burung, kata dia, namun peternak harus tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menjalankan seluruh ketentuan dalam pemeliharaan ternak termasuk kebersihan kandang.<br /><br />Selain itu, kata dia, perlu juga ditingkatkan kewaspadaan keluar masuknya ternak dari Kalsel ke Palangkaraya, karena kendati Kalsel tidak ada flu burung, tetapi tiap hari peternak Kalsel keluar masuk Kalteng.<br /><br />Mobilitas peternak tersebut, kata dia, tidak menutup kemungkinan akan membawa virus "Avian Influenza" yang menempel pada mobil, keranjang ayam dan lainnya.<br /><br />Menghindari hal tersebut, kata dia, mobil peternak yang akan masuk ke Kalsel dilakukan penyemprotan dengan "disinfektan" di perbatasan kedua wilayah.<br /><br />Bagitu juga dengan keranjang yang dimanfaatkan untuk menampung ayam dari peternakan di Kalsel menuju Kalimantan Tengah.<br /><br />"Biasanya peternak sudah sangat paham terhadap ketentuan tersebut, apalagi penyakit ini sudah lama berlangsung, namun demikian ketentuan harus dilaksanakan dengan lebih teliti," katanya.<br /><br />Penyemprotan, kata dia, jangan hanya pada bak mobil tetapi seluruh bagian mobil mulai dari ban hingga ke badan mobil, sehingga seluruh virus yang menempel mati.<br /><br />Selanjutnya, kata dia, Dinas Perternakan akan segera menginformasikan agar seluruh peternak meningkatkan kewaspadaan terutama peternak di Kabupaten Banjar, Tanah Laut dan Banjarbaru.<br /><br />Daerah-daerah tersebut kata dia, merupakan daerah yang paling banyak memiliki peternak unggas atau ayam.<br /><br />Sebelumnya beberapa media massa dan on line memberitakan sekitar empat ribu unggas di Kabupaten Murung Raya, Barito Selatan, Gunung Mas dan Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam satu bulan terakhir ini mati mendadak yang diduga akibat terjangkit virus flu burung.<br /><br />Saat ini Dinas Pertanian dan Peternakan Kalteng sudah menurunkan tim turun ke kabupaten-kabupaten dibantu dengan tim ahli dari Balai Penelitian Hewan Banjarbaru.<br /><br />Disebutkan, walaupun ribuan ayam kampung yang tertular virus telah mati, namun belum ada satu pun kasus virus ini menular ke manusia.<br /><br />Seluruh lokasi yang terjangkau virus tersebut juga telah diisolasi dan diblokade seluas 2 kilometer dan unggas langsung dilakukan pemusnahan.<strong> (phs/Ant)</strong></p>














